.

wp-21


idaman

6.23pm

24 agustus 2012

pada akhirnya tanggal 15 maret 2012 kami menempati rumah yang sudah lama kami inginkan, rumah ramah lingkungan, dekat dengan alam dan rumah yang cukup menjadi tempat kami melakukan kegiatan keseharian kami. aku terutama, tidak menginginkan mempunyai rumah besar dimana membutuhkan waktuku seharian untuk bebersih :)

rumah kami ini berbentuk rumah panggung, banyak menggunakan material kayu bekas, dengan perabotan lama yang kebanyakan adalah perabotan warisan dari orangtua kami. perabotan terbuat dari bahan kayu jati, kayu yang sekarang ini menjadi bahan mewah :).

kami sangat bersyukur dengan kemurahanNya yang dengan begitu mudahnya memberikan apa yang menjadi idaman kami, sebuah rumah terletak di sebuah bukit dengan alam sekitar dan pemandangan yang indah.

iya, Dia dengan mudahnya memberikan dan sudah tentu kami membutuhkan perjuangan dan doa untuk meraihnya :). membutuhkan beberapa waktu  sejak rumah masih di angan2 hingga akhirnya terwujud.

Alhamdulillah, terima kasih ya Allah


kembang api

kembang api di atas kota bandung, saat pergantian tahun 2012. terlihat dari halaman belakang di tempat kami merayakannya dengan membakar ikan :D


jumpa lagi

3.40pm
24 agustus 2012

sesudah sekian lama, lama sekali, aku lama sekali tidak menengok blogku dan ternyata masih ada :D
aku ingin kembali menuliskan cerita hari2ku dan keluarga. sesudah melewati berbagai macam peristiwa yang berpengaruh besar pada kesempatanku menghadapi kompi, dan merenung, termenung, mencari kata2 yang tepat untuk menceritakan kembali segala kegiatanku.
semoga kali ini aku benar2 mempunyai waktu dan ide untuk menceritakan apa saja yang ingin kutulis :).
semoga :(


bangkitlah

26 mei 2011

6.41pm

menusuk

menghunjam

merobek

membeku

tercabik

terenggut

remuk

bangkitkan kembali dirimu

rentangkan kembali sayap mungilmu

sebanyak duniamu menanti kembalimu


maaf

19 april 2011

9.02pm

terasa menyengat setiap perkataan

menciutkan nyali siapa yang mendengar

remuknya hati terperas gelegar suara

lindungilah dia dari tajamnya lidah

sadarkan dia dari kelalaian

jauhilah dia dari dendam

sampaikan maaf pada dia, maaf tanpa ujung, maaf karna menyertakannya dalam kepedihan

maafkan maafkan


tak terhargai

13 maret 2011

11.47pm

sendiri dalam keramaian lalu lalang manusia

 

tak berarti

rasa ini terasa mati

seketika engkau memalingkan wajah

sekejap bersisip langkah

seseorang bertampil memikat

rasa ini terasa mati

seketika engkau beralih pandang

sekejap berbentur rupa

seseorang berparas ayu

rasa ini terasa mati

seketika engkau lepas

sekejap membayang sosok

seseorang gemulai berlenggok

rasa ini sudah mati

meninggalkan pedih tak terhargai

 

 


melintas selintas

16 pebruari 2011

5.54pm

luruh layu diterjang usia

lemah renta termakan masa

kering pudar tiada perona

tertekan sesak perlahan menerkam

rindu pertemuan semakin menghunjam

lembut … sepoi-sepoi menerawang

melintas sepi menyelusup kerawang

menjauh menebar terseret derasnya hempasan

semakin membubung tertelan awan

sepasang mata melahap lintasan gemulai dibalut kemewahan

lepas … menjauh


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.