
idaman
6.23pm
24 agustus 2012
pada akhirnya tanggal 15 maret 2012 kami menempati rumah yang sudah lama kami inginkan, rumah ramah lingkungan, dekat dengan alam dan rumah yang cukup menjadi tempat kami melakukan kegiatan keseharian kami. aku terutama, tidak menginginkan mempunyai rumah besar dimana membutuhkan waktuku seharian untuk bebersih
rumah kami ini berbentuk rumah panggung, banyak menggunakan material kayu bekas, dengan perabotan lama yang kebanyakan adalah perabotan warisan dari orangtua kami. perabotan terbuat dari bahan kayu jati, kayu yang sekarang ini menjadi bahan mewah
.
kami sangat bersyukur dengan kemurahanNya yang dengan begitu mudahnya memberikan apa yang menjadi idaman kami, sebuah rumah terletak di sebuah bukit dengan alam sekitar dan pemandangan yang indah.
iya, Dia dengan mudahnya memberikan dan sudah tentu kami membutuhkan perjuangan dan doa untuk meraihnya
. membutuhkan beberapa waktu sejak rumah masih di angan2 hingga akhirnya terwujud.
Alhamdulillah, terima kasih ya Allah
kembang api
kembang api di atas kota bandung, saat pergantian tahun 2012. terlihat dari halaman belakang di tempat kami merayakannya dengan membakar ikan
jumpa lagi
3.40pm
24 agustus 2012
sesudah sekian lama, lama sekali, aku lama sekali tidak menengok blogku dan ternyata masih ada ![]()
aku ingin kembali menuliskan cerita hari2ku dan keluarga. sesudah melewati berbagai macam peristiwa yang berpengaruh besar pada kesempatanku menghadapi kompi, dan merenung, termenung, mencari kata2 yang tepat untuk menceritakan kembali segala kegiatanku.
semoga kali ini aku benar2 mempunyai waktu dan ide untuk menceritakan apa saja yang ingin kutulis
.
semoga
bangkitlah
26 mei 2011
6.41pm
menusuk
menghunjam
merobek
membeku
tercabik
terenggut
remuk
bangkitkan kembali dirimu
rentangkan kembali sayap mungilmu
sebanyak duniamu menanti kembalimu
maaf
19 april 2011
9.02pm
terasa menyengat setiap perkataan
menciutkan nyali siapa yang mendengar
remuknya hati terperas gelegar suara
lindungilah dia dari tajamnya lidah
sadarkan dia dari kelalaian
jauhilah dia dari dendam
sampaikan maaf pada dia, maaf tanpa ujung, maaf karna menyertakannya dalam kepedihan
maafkan maafkan
tak terhargai
13 maret 2011
11.47pm
sendiri dalam keramaian lalu lalang manusia
tak berarti
rasa ini terasa mati
seketika engkau memalingkan wajah
sekejap bersisip langkah
seseorang bertampil memikat
rasa ini terasa mati
seketika engkau beralih pandang
sekejap berbentur rupa
seseorang berparas ayu
rasa ini terasa mati
seketika engkau lepas
sekejap membayang sosok
seseorang gemulai berlenggok
rasa ini sudah mati
meninggalkan pedih tak terhargai
melintas selintas
16 pebruari 2011
5.54pm
luruh layu diterjang usia
lemah renta termakan masa
kering pudar tiada perona
tertekan sesak perlahan menerkam
rindu pertemuan semakin menghunjam
lembut … sepoi-sepoi menerawang
melintas sepi menyelusup kerawang
menjauh menebar terseret derasnya hempasan
semakin membubung tertelan awan
sepasang mata melahap lintasan gemulai dibalut kemewahan
lepas … menjauh















