Category Archives: kehidupan

bangkitlah

26 mei 2011

6.41pm

menusuk

menghunjam

merobek

membeku

tercabik

terenggut

remuk

bangkitkan kembali dirimu

rentangkan kembali sayap mungilmu

sebanyak duniamu menanti kembalimu

Iklan

maaf

19 april 2011

9.02pm

terasa menyengat setiap perkataan

menciutkan nyali siapa yang mendengar

remuknya hati terperas gelegar suara

lindungilah dia dari tajamnya lidah

sadarkan dia dari kelalaian

jauhilah dia dari dendam

sampaikan maaf pada dia, maaf tanpa ujung, maaf karna menyertakannya dalam kepedihan

maafkan maafkan


tak terhargai

13 maret 2011

11.47pm

sendiri dalam keramaian lalu lalang manusia

 

tak berarti

rasa ini terasa mati

seketika engkau memalingkan wajah

sekejap bersisip langkah

seseorang bertampil memikat

rasa ini terasa mati

seketika engkau beralih pandang

sekejap berbentur rupa

seseorang berparas ayu

rasa ini terasa mati

seketika engkau lepas

sekejap membayang sosok

seseorang gemulai berlenggok

rasa ini sudah mati

meninggalkan pedih tak terhargai

 

 


melintas selintas

16 pebruari 2011

5.54pm

luruh layu diterjang usia

lemah renta termakan masa

kering pudar tiada perona

tertekan sesak perlahan menerkam

rindu pertemuan semakin menghunjam

lembut … sepoi-sepoi menerawang

melintas sepi menyelusup kerawang

menjauh menebar terseret derasnya hempasan

semakin membubung tertelan awan

sepasang mata melahap lintasan gemulai dibalut kemewahan

lepas … menjauh


kembalikan

15 pebruari 201

05.01pm

mengayun lengan bergerak lamban

langkah tertatih menyelusuri kelokan

pendaran mata redup menatap

seiring rasa di hati meratap

remang temaram diannya asmara

entah kemana jejak telapak mengembara

meraba cahaya mentari membara

seketika, memudar … meredup … mengabu … menghitam …

kelamnya sepinya tenggelamkan

kan tergapaikah angan yang terpelanting dikecuraman ?

 

 


gamang

9 pebruari 2011

10.22pm

sunyi di dalam kesepian

sendiri di dalam keterasingan

termenung di dalam lamunan

merangkai kisah yang melintas beriringan menyumpal rasa bergejolak perlahan

semakin jauh khayalan berkelana gundahnya hati tak tertahankan

mencari dan mencari tautan yang terlepas … mencari terus mencari

merenung menyelami diri

lintasan beribu kenangan kembali berarak

tergali bersama tetesan air mata diselingi sendatan teriak

lorong manakah yang kau pilih

dimanakah relungmu … tak teraih

tercabik hati terasa perih

gamang

 

 

 

 


bulan kolak

25 agustus 2010

4.09pm

Sepertinya sudah umum se umum2nya kalau berbuka puasa salah satu makanan favorit adalah kolak :). Kolak pisang, kolak kolang kaling, kolak campur dll.

Sama juga dengan diriku dan keluarga, tetapi bulan puasa kali ini aku tidak membuat kolak. Bukan karena sudah bosan, tetapi ada cerita dibalik tidak membuatnya diriku makanan kolak *beuhhhh kayaknya kok pentuing gitu ya*

Jadi ceritanya, di dekat rumahku terdapatlah sebuah gang, dan sekitar 10 meter dari mulut gang itu, terdapat sebuah warung. Isi warungnya …. yaaa macam2lah, layaknya sebuah warung, dan warung itu memang yang terdekat dari rumahku. Jangan ditanya berapa kali sudah aku atau suami atau anak2 mendatangi warung itu.

Naaaa di dekat ujung gang itu, apabila pada bulan2 biasa, maksudnya bukan bulan puasa, terdapat sebuah gerobag yang berjualan karedok dan lotek. Tau kaaaaaan apa itu … enak dan murah :). Dan pada saat bulan puasa si ibu penjual hanya buka pada sore hari menjelang buka puasa dengan berjualan kolak.

Bagaimana, sudah mulai terlihat kan kemana juntrungannya 🙂

Si ibu penjual ini sudah tua, sudah bercucu, tetapi dari semenjak dia baru menikah, si ibu sudah berjualan lotek di ujung gang itu. Wiiiih bayangkan berapa tahun itu.

Ketika aku berjalan menuju ke warung untuk membeli sesuatu, *membeli apa? rahasiaaaa :)*, si ibu dengan lantang berteriak, ‘neng mangga beli kolaknya neng’. Duuuuuh mana tega sih aku menolak, dan aku perhatikan memang pembelinya tidak seramai tahun2 yang lalu.

Jadi setiap kali ingin berbuka dengan menu kolak, aku membelinya pada si ibu itu. Dan agar aku tetap terlihat sibuk wkwkwkwk, aku membuat sesuatu yang lain selain kolak. Brownieslah, aroma pisanglah dll.

Begituuu ceritanya. Adakah sahabat2 yang mengalami juga seperti diriku?