gaptekku

gaptek

 

 

 

 

 

 

1 mei 2009
12.05pm
Lanjut lagi

Hari ini aku ingin berbagi cerita mengenai kegaptekanku dalam hal pembukuan. Janji jangan diketawain.

Seperti yang pernah aku ceritakan, betapa aku tidak bisa mengerti segala tulisan dan angka –belum lagi kode2- yang tertulis di dalam software pembukuan dari usaha franchise yang aku miliki.

Kedatangan tim opening dari kantor pusat Surabaya disertai seorang trainer –mas Agus, terima kasih pelatihannya- bertugas untuk mengawasi kerja operator dan sekaligus membimbing franchisee untuk mengatur ketersediaan bahan baku hingga mengisi tabel di software pembukuan.

Okee, pelajaran pertama dimulai pada saat bahan baku awal datang –aku tidak membeli karena ini juga sudah termasuk dalam harga pembelian franchise-. Sesudah mencek kesesuaian daftar bahan baku dengan barang yang datang, kemudian dimulailah membuka software pembukuan –hiiiiii- pertama-tama mengisi tabel harga bahan baku –daftar bahan baku sudah tersedia, aku tinggal mengisikan harga2nya, satu persatu coooy-. Sesudah itu mengisi data2 yang lain sehubungan dengan nomor outlet, nama operator dll. Dah itu aja untuk hari itu. Eeeh kelupaan, jelas harus di save as lah yaaa

Keesokan harinya pada hari opening, pagi hari, dilakukan pengecekan barang2 yang akan dibawa oleh operator menuju ke outlet. Aku harus mendaftarnya satu persatu – one by one lagi-. Ini nih, ribeeeet, karena baru pertama kali yaaa. Kata ekaria27 sih, ‘yang pertama memang beda rasanya’, he eh ribeet euy hehehehe. Udah, gitu, beres.

Pada malam harinya saat operator kembali dari outlet, kembali barang2 yang dibawa pulang harus dicek dan dicatat, termasuk uang masuk hasil penjualan hari itu. Ribet lagi diriku, lagi2 karena belum terbiasa. Kata ekaria27 …..

Itu semua dicatat di atas kertas, menggunakan pena –masak pake sendok sihhh. Naaaah kemudian mulailah dibuka lagi software pembukuan.

Yup, aku harus mengetik -satu persatu lagi- data barang keluar, barang masuk dan produk menu yang terjual sesuai dengan catatan di atas kertas tadi.

Yang harus aku ketik adalah jumlah barang dibawa, kemudian jumlah barang disetor dan jumlah produk menu yang terjual. Dah itu aja, kemudian sekali lagi aku harus mengeceknya, apakah sudah klop dengan apa yang aku tulis di atas kertas. Ok klop, aku klik enter, daaaan mulailah si software bekerja.

Ok data sudah tersimpan dengan sempurna, lalu tadaaaa pada sheet laporan, muncullah jumlah rupiah komisi untuk operator, royalty yang harus aku setorkan, dan keuntungan –atau kerugian, amit2 ngga mau yang ini- yang aku dapatkan. Hlahhh tanpa aku harus ribet2 menghitungnya!!

Tuuuh kan kampungan dech diriku, hehehe, pada awalnya aku kira aku yang harus menghitung menggunakan kalkulator segala macam angka yang muncul di sheet penjualan dan aku harus mengisikannya di sheet laporan.

Yang mengherankan, aku sempat harus mengulang 4 kali –empat!!- mengisi tabel pada sheet penjualan. Ngga ngerti dimana kesalahannya, tapi pada saat aku cek sheet laporan, yang muncul bukanlah angka rupiah tetapi yang muncul adalah kode2 yang aku ngga ngerti maksudnya. Pada akhirnya aku delete semua file yang sudah aku simpan dan aku ulang kembali dari awal mengisi tabel2 tersebut dimulai dari mengisi table daftar bahan baku.

Okeee sekarang ini sesudah melewati lebih dari satu minggu, setiap malam pada kisaran jam 12an, aku masukkan data barang keluar dll itu ke dalam software pembukuan, dan setiap hari aku bisa melihat penambahan komisi operator, royalty maupun keuntungan yang aku dapat karena oleh si software, data baru yang masuk akan dihitung dan diakumulasi dengan data sebelumnya. Pinteeer yah si software.

Pelajaran yang aku dapat : ternyata pembukuan tidak sesulit yang aku bayangkan, hanya membutuhkan ketelitian. Begituuuu

Kebiasaan baru yang aku dapat : minum kopiiii, yaiks untuk supaya bisa melek nih mata. Dimana sebelumnya kopi is ngga enakkk, barang pait kok dipiara. Huaaah kuwalat nih sama mba Puak peminum kopi!

About ami

kami ingin berbagi cerita kehidupan, gagasan dan peluang berkarya. terima kasih kepada yang telah bersedia meluangkan waktu untuk membuka halaman blog kami. salam Lihat semua pos milik ami

11 responses to “gaptekku

  • itempoeti

    Ada pepatah…, ‘alah bisa karena biasa’
    Jadi ini bukan soal gaptek…, tapi soal biasa atau tidak biasa.

    Apalagi ini kan proses learning by doing.

    Hebat hlooo…, dari arsitek tiba2 switch ke akuntansi. Gak semua orang bisa melakukannya.

    Apapun…, aku yakin dan percaya kamu bisa…

    Luv U so much… XOX.
    ***
    gaptek karena tidak biasa, menjadi meteg-melek teknologi- karena terbiasa. begitu kan
    luv u too

  • mercuryfalling

    bener nih ? kalo gitu aku ambil kelas accounting ah

    eh tapi aku gak teliti orangnya.
    ***
    bener deh, hebatnya orang yang itang itung duit ternyata mesti teliti hingga per satu rupiah

  • SanG BaYAnG

    Gaptek to..,sama mbak..aku juga ra mudengan..
    Tp yg penting enjoy dan mau blajar..OK..
    ***
    bener kang ternyata kalau dipelajari yaaa bisa aja kok

  • ekaria27

    Huuaaah pertama yang kita maksud beda🙂 hehehe jauuuuh ! Tp dlm hal apapun yg pertama emang tiada duanya. Btw ada fesbuk tante :p oops maksudnya mbak ?😉 add dunk FB saya Cerita EKA juga hehe
    ***
    tunggu yah ntar ku add di fesbuk. hiiiiih kok tante siiiii😀

  • sibaho way

    pertama-tama emang agak sulit, selanjutnya terbiasa😀
    *jangan mikir macem2 lho*
    ***
    oooh ada macem2 toh😀

  • manusiahero

    kopi my favorite mba’ biat aku.. ;d
    ***
    iya nih akunya yang agak2 ga normal kali, banyak yang suka kopi

  • suryaden

    semoga cepet lancar, memang ketelitian itu yang penting, dan jangan ditunda…
    ***
    iya itu jadinya butuh kopi supaya ngga tertunda

  • senoaji

    aku kok telat komeng yoooooo… gak soal, nanti kalo udah klik! wis lancar semprot!
    ***
    anda telah memasang komeng pada postingan yang salah! kang aku ora mbahas semprot menyemprot hlooo😀

  • p u a k

    Ho-oh, software itu lebih pintar ya??.. hehehe..
    Jadi, pencinta kopi mbak, sekarang??? kekeke.. uenak tho?😉
    ***
    ini cinta karena terpaksa😀

  • xitalho

    Toss sik mbak….. Sesama peminum kopi dilarang berebut… wakakaka.. njuk sak gelas mbak…?
    ***
    sesama peminum kopi dilarang njalukan😀

  • suwung

    tooosss sesama gaptek dilarang menggapteki
    ***
    tossss he eh kang😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: