tiada jeda

8 april 2009

4.03pm

americanbluesnetwork.com_jobee

Pergulatan insan di dunia ini tidak akan pernah berhenti sampai akhir hayat dimana sang insan adalah pelaku namun bukan penentu tibanya waktu akhir. Setiap insan menggunakan metode dan trik yang berbeda demi menghadapi pergulatan yang muncul berkesinambungan seiring dengan umur yang terus bertambah dari hari ke hari. Perjalanan berliku untuk menemukan cara yang sesuai dengan hati nurani membutuhkan waktu yang panjang dan sering hingga melelahkan.

Periodik rasa lelah tidak akan dapat dihindari dalam menghadapi pergulatan hidup yang penuh dengan ragam persoalan. Tersedianya pilihan perjalanan yang bisa ditempuh tetaplah tidak akan mengurangi pergulatan yang harus dihadapi sebaik apapun perencanaan yang sudah dipikirkan dengan matang.

Hidup ini tidak melulu hanya tertantang dengan satu pergulatan. Pergulatan yang datang bertubi dengan tema yang berbeda dalam satu kurun waktu tertentu membutuhkan persediaan energi yang begitu besar sehingga sering terjadi menghabiskan cadangan tenaga yang telah terkumpul pada saat lengang.

Pertanyaan ‘pergulatan manakah yang terbanyak menyita kekuatan’ tidaklah memiliki jawaban yang pasti, disebabkan kelelahan yang melanda adalah karena keberuntunan pergulatan yang terasa tanpa jeda. Memulihkan energi yang terkuras dengan tetap di dalam lingkaran pergulatan membutuhkan tempo panjang dan menambah kelelahan yang sudah bergayut sekian lama.

Kebutuhan untuk berhenti sejenak menapaki hidup ini tidaklah dimungkinkan. Menghindar untuk beberapa saatpun amatlah sulit menemukan momen yang tepat. Tetaplah berjalan meski harus dengan tarikan niatan yang berasal dari dalam diri karena hanya dari diri sendirilah semuanya akan terselesaikan.

About ami

kami ingin berbagi cerita kehidupan, gagasan dan peluang berkarya. terima kasih kepada yang telah bersedia meluangkan waktu untuk membuka halaman blog kami. salam Lihat semua pos milik ami

8 responses to “tiada jeda

  • Judith

    saya setuju sekali dgn kalimat di baris2 terakhir….tetap berjalan….
    salam kenal mbak,blognya kerenšŸ™‚
    ***
    hehehe he eh tetep berjalan. thanks kunjungannya yaa. salam kenal kembali

  • dyahsuminar

    mbak Ami…ini nih resep Bunda…kalau cape,bete…suntuk…
    Bunda jalan jlan…cari tanaman,beli tanaman2…trus ajak ajak temen ke salon ( salonnya sendiri ),nah trus kita ngobrol ngobrol….tapi nggak ngrumpi lho…
    Nah…trus begitu pulang….seger deh…soalnya..hidup ini kalau dituruti…nggak ada koma dan titik nya…..trus jalan…bahkan kadang harus lari terengah engah….Itulah realita…
    ***
    matur nuwun resepnya. iya itu bunda mesti pinter2 cari waktu supaya kerjaan nggak terganggu ya

  • Sukma

    Sayapun kadang tetap berjalan tanpa memperdulikan keletihan fisik dan mental yang sudah menggerogoti diri. Meskipun dengan langkah terseok-seok, tapi entah kekuatan dari mana saya bisa terbirit-birit mengikuti cepatnya aliran waktu. Kadang saya bertanya-tanya dalam hati apakah saya akan berhenti ketika sudah mencapai batas (limit)? Namun kemudian saya bertanya kembali di manakah limit itu? Apakah sampai tubuh saya tak bisa bergerak lagi? Atau ketika pikiran saya sudah tak bisa bekerja dengan baik? Namun suatu ketika saya merasakan diri ini bisa terus berjalan namun bak layaknya zombi yang tidak bisa merasakan apa-apa, ketika perasaan sudah menjadi kebas. Saat itulah saya memutuskan ITULAH LIMIT SAYA. Karena saya merasa jika sudah melewati itu, saya tak akan kembali ke diri saya yang biasanya.

    Just take a break for a while ^_^

    *salam kenal, maap sudah ngoceh tanpa ijin*
    ***
    ijin diberikanšŸ™‚. iya itu yang harus dihindari, jangan jadi zombie. salam kenal kembali. terima kasih kunjungannya

  • suryaden

    jika memang tidak bisa dihindari, kadang refleksi ketika melakukan ceremonial dengan tuhan, kadang beberapa menit tapi memberi spirit yang lebih, daripada liburan seminggu…
    ***
    betul, rasa pasrah dan ikhlas akan muncul

  • Mahendra

    Itulah hidup….
    ***
    he eh harus mau menghadapi sendiri, lahir sendiri, kembali ke alam sana juga sendiri

  • MQ Hidayat

    Semua ini dicipta berpasangan dan butuh keseimbangan.
    Ada kalanya di atas, ada kalanya pula di bawah.
    Suatu hal yang sangat wajar,
    ***
    betul manusiawi lah

  • mamas86

    Tiada jeda, Istirahat tetep perlu. nanti kalau udah merasa capek istirahat aja dulu… Biar fresh lagi..
    ***
    iya betul, lebih penting lagi ngeberesin satu persatu, karena bakal ada lagi dan lagi

  • galuharya

    jeda sejenak dalam himpitan aktivitasmu mbak
    tak baik terlalu memforsir tubuh
    ***
    kasian tubuhku ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: