dokter bikin gedung


23 maret 2009

1.43pm

Bon Jovi_Wanted Dead or Alive –Sky@fm

Terbayangkah, sebuah gedung perkantoran bertingkat 15 yang biasanya adalah menjadi pekerjaan seorang arsitek untuk mendesain dan kontraktor untuk pelaksana pembangunannya kemudian didesain dan dibangun oleh seorang dokter?

Sekarang ini sudah umum diketahui bahwa banyak politisi yang tidak berperan sebagai politisi yang sebenarnya dan mengakibatkan pada dua pemilu terakhir banyak dijumpai person2 dengan latar belakang diluar dunia politik –nyerempet aja kagak- mencoba peruntungannya untuk ikut berebut kursi leglislatif.

Terbayangkah, bagaimana kinerja dan wawasan pelawak, penjual siomay ataupun petani –maapiiin, ngga ada niatan menyinggung pekerja2 tersebut- mengenai ruang lingkup pekerjaan seorang legislator, yang notabene adalah pembuat rumusan RAPBN, pembuat kebijakan2 segala aspek kehidupan masyarakat dan sebagai pengawas jalannya pemerintahan.

Sah2 saja setiap person mencoba peruntungannya dimanapun, tapi apakah tidak lebih baik apabila kesadaran kemampuan diri menjadi perhitungan utama untuk memilih ladang peruntungan?

Pada akhirnya yang diharapkan adalah kemampuan orang tua untuk mengarahkan putra putrinya menjadi manusia yang bertanggung jawab dan mengerti potensi diri kemudian memaksimalkan potensinya itu untuk pada akhirnya dengan mantap menentukan bidang pekerjaan yang akan digelutinya. Belum lagi menanamkan pengertian2 moral sehingga terjun di bidang pekerjaan apapun tetap selalu mengingat untuk tidak merugikan sesamanya.

Prihatin betul saya. Tetap dah golput ajah.

About ami

kami ingin berbagi cerita kehidupan, gagasan dan peluang berkarya. terima kasih kepada yang telah bersedia meluangkan waktu untuk membuka halaman blog kami. salam Lihat semua pos milik ami

9 responses to “dokter bikin gedung

  • suryaden

    iya pada akhirnya orang tua harus tetap membentuk pribadi anaknya, padahal sekolah juga sudah memakan energi sang anak, dengan kurikulum yang seabreg isinya… semoga waktu untuk dirumah mencukupi kebutuhan sang anak…
    ***
    he eh kebijaksanaan ortu diperlukan disini, apa yg diprioritaskan

  • Mahendra

    Pendidikan di rumah adalah fondasi awal dari pembentukan karakter dan kepribadian seorang anak. Sekolah hanya membekali mereka dengan ilmu pengetahuan. Agama adalah tuntunan untuk membuka dan menambah wawasan agar mereka lebih jeli membedakan mana yang baik dan mana yang jahat, mana yang benar dan mana yang salah.

    Minat dan bakat adalah talenta yang diberikan oleh Sang Pencipta sebagai ‘modal’ mereka untuk berkarya. Moral dan mental adalah pedoman agar mereka selalu menggunakan talentanya untuk berkarya demi kemaslahatan umat dan alam semesta. Ilmu dan pengetahuan adalah kelengkapan agar mereka bisa menciptakan karya yang terbaik.

    Tabik…🙂
    ***
    dan ortu adalah contoh yang menjadi panutan anak2nya. ini tugas berat bang. salam

  • cahaya

    lhoh kok golput mbak?
    ***
    sepertinya begitu ya, daripada asal milih cuman karena takut golput, tapi ternyata ngga sesusai dengan kata hati, waaah malahan berbohong kan

  • kejujurancinta

    bnr mbak peran orangtua sangat penting
    tp hendaknya orangtua jg jangan selalu
    memaksakan kehendak pada anak-anaknya
    untuk menuruti apa yg dimau

    biarkan mereka berkembang dan berkarya
    sesuai dengan bakat dan talenta yg dimiliki
    ***
    setuju bangeeet, sebagai ortu tugasnya menggali apa minat dan bakat mereka

  • unduk

    sebetulnya hal itu juga upaya untuk memaksimalkan potensi.
    Potensi dapet duit maksudnya😀
    ***😀 iya betul juga. terima kasih kunjungannya. salam

  • edratna

    Ada orang yang memiliki kompetensi beragam, namun tak semuanya bisa begitu. Saya mengenal orang,cewek, IQ nya 164, dia bisa menyulam, pintar main piano, mahasiswa cumlaude lulusan universitas terkenal, bahkan Doktor dan sekarang jadi petinggi di negeri ini.

    Tapi tak semua bisa begitu…jadi adalah wajar seorang dokter membangun gedung, bahkan isteri teman saya yang lulusan sekolah asisten apoteker lebih ahli dalam urusan bangunan rumah, karena dia punya tim tukang, mengkomando setiap hari, sehingga tahu benar kesulitan dilapangan.

    Kedua anak saya, minatnya jauh berbeda…padahal dilahirkan dari orangtua yang sama. Yang penting adalah bagaimana orangtua memberi bekal, kemampuan yang banyak akan menolong kehidupannya nanti. Bukankah banyak cerita, mantan bankir yang Banknya bangkrut karena krisis ekonomi, menjadi wirausahawan yang sukses? Yang dimulai dari sebuah warung kecil, yang dulu tak pernah terpikir punya kemampuan seperti itu?
    ***
    memang betul ibu, pada akhirnya kalau menginginkan bekerja dengan baik, tetap saja harus mulai belajar dari awal. saya rasa tidak mungkin mendadak yang tadinya tidak mengerti apa2 terhadap suatu bidang kemudian langsung terjun dan seketika bisa memahami seluk beluk pekerjaan baru itu. salam

  • Beautiful Season

    kan sekarang lagi musim orang narsis Teh.. lihat saja banyak artis dadakan yang pasang poster dadakan..jadi kayak Indonesian Idol lah..:D
    Kalo lihat peta politik sih bikin puyeng.. jangankan mikirin rakyat atuh..mikirin buat duduk di kursi saja mereka sudah stress…
    jadi buat kita mah..mening dagang yuuuu…
    tarik mang..:D
    btw, kapan saya diundang ke cimahi, opening ceremony atuh ?😀
    ***
    hahaha setujuuuu, tariiik. beneran mau datang? tunggu kabar selanjutnya yaaa

  • Mr Bien

    Kadang klo aku pikir kita milih Virus Negara, kita tak terbayangkan berapaan uang negara dihabiskan oleh mereka dan boleh kita katakan pemilu adalah memiskinkan negara, sesudah kita pilih menjadi koruptor ihhhhh sebel Gua… mantap juga postinganmu ini.. salam angat
    ***
    nyebelin emang. salam kembali

  • mercuryfalling

    yah samalah kayak di batam. tukang ojek jadi kuli bangunan,karena dunia perojekan sepi. alhasil banyak bangunan yg asal jd. masang nyemen pun tak rata
    ***
    kalo ambruk trus gimana cobaaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: