menu harian


20 maret 2009

5.27pm

Radio online_jobee

Menyiapkan menu makan sehari tiga kali adalah merupakan tugas seorang ibu. Aku sebagai seorang ibu yang dimudahkan oleh suami -sehingga tidak dituntut keadaan untuk berkarir diluar rumah membantu mencari nafkah-, adalah menjadi tugaskulah menentukan menu yang akan dihidangkan setiap harinya.

Kembali aku dimudahkan dengan adanya pak sayur keliling sehingga aku tidak perlu mengadakan waktu khusus untuk pergi ke pasar –sekali2 iya lah, mana ada seorang ibu rumah tangga yang tidak mengenal pasar, bisa pasar tradisional bisa pasar swalayan, yang penting mengenal pasar🙂.

Sekali lagi aku dimudahkan dengan alat2 memasak sekarang ini yang membuat kegiatan memasak menjadi cepat, mudah dan praktis –aku ngga kebayang seandainya memasak menggunakan tungku dengan bahan bakar kayu yang musti di tiup2, wiuhhhh-.

Dan lagi2 kembali aku dimudahkan dengan selera makan suami yang tidak terbatas –apa aja he eh, kecuali sate padang dan racunnnn. Dimudahkan lagi dengan kebiasaan suami dan adik menjadikan minum susu dan roti sebagai menu sarapan, sedangkan kakak minum susu 2 gelas –sejak hari pertama sekolah menu sarapannya hanya bisa kemasukan susu 2 gelas hingga sekarang, bisa muntah2 kalau dipaksa makan-. Jelaslah kalau sedang dirumah semua –artinya jam sarapan agak telat karena ngga ada yg berangkat pagi-, sekali2 aku membuat pancake atau nasi goreng untuk menu sarapan, kaciaaan kan kalau itu2 terus sarapannya.

Dimana pada dasarnya aku bukan seorang perempuan yang memiliki hobi memasak! Hlaaaah

Setiap kali berbelanja bahan mentah pada pak sayur keliling aku selalu berusaha menyiapkan kebutuhan untuk menu yang memenuhi standar 4 sehat 5 sempurna. Hlah iniiii, setiap hariiiii, iya lah mana ada orang makan cuma seminggu sekali?? Memangnya singa dihutan apa?? Even sabtu dan minggu, hari liburnya pekerja dan pelajar. Bayangkan, setiap hari harus mau berkreatifitas mengganti dan mengkombinasi antara bahan mentah yang dibawa pak sayur, dengan kesukaan anggota keluarga, dengan menu masakan, dan tidak ketinggalan dengan budget yang tersedia, eeeeh iya satu lagi, porsi secukupnya sehingga tidak menjadi mubazir. Hnaaaaa

Memang betul memasak sekarang jauh labih praktis dan mudah dari pada jaman baheula, tapi yang tidak dapat direkayasa adalah ‘rasa’, ini artinya berkaitan dengan seni meracik, mengira-ngira takaran bumbu atau rempah, tahapan mengolah bahan hingga penyajian. Ini nih yang menuntut kepandaian si tukang masak.

Jangan ditanya, sudah pasti ada waktu2nya dimana aku sama sekali kehilangan semangat untuk memasak. Alhasil makanan yang tersedia diatas meja adalah makanan yang aku beli melalui pesan antar atau dari warung makan yang banyak bersebaran disekitar rumahku.

Satu nih pesanku, kalau makanan ngga parah2 amat rasanya, hargailah si tukang masak. Membutuhkan kepandaian hlooo memasak itu.

About ami

kami ingin berbagi cerita kehidupan, gagasan dan peluang berkarya. terima kasih kepada yang telah bersedia meluangkan waktu untuk membuka halaman blog kami. salam Lihat semua pos milik ami

5 responses to “menu harian

  • Mahendra

    Tidak banyak yang menghargai pentingnya asupan makanan. Apalagi ketika itu disediakan oleh orang yang kita cintai…

    Tabik…🙂
    ***
    mungkin ngga disadari karena makan adalah kegiatan yang rutin dan tanpa henti. salam

  • p u a k

    akuurr deh… tukang masak harus dihargai oleh yang nggak bisa masak ..hehehe…
    ***
    hehehe gitu ya

  • Beautiful Season

    semestinya yang masak dapet gaji besar tuhh😀
    kalo pagi2, memikirkan menu adalah hal yang paling rumit menurut saya. Menu harus bisa diterima oleh anak2 (karena mereka tidak pemakan segala).Jenis Sayuran yang anak2 suka terbatas pula. Untuk ikan juga tidak mau kalo digoreng.
    Yang mereka suka adalah pepes ayam dan cumi goreng crispy atau mentega, tapi kan gak rame kalo seumur hidup diisi oleh ayam dan cumi😀
    Jadi sebagai ibu yang bijak *jurus bela diri* Pilihan terakhir adalah beli masakan jadi😀😀
    ***
    ternyata daku tidak sendiri😀

  • lescaboma

    setujuh!

    suka seddiiihhhh…., kalo udah susah2 masak, terus makanan di atas meja ga disenggol2 acan😦
    ***
    hiks betuuul

  • rini

    aku orang sunda, suami padang, jelas kontras banget dalam hal cita rasa. ya iyaaa lah..
    jadinya tiap hari masaknya padaaaaaang mulu… sampe perutku kepanasan..
    bosen deh..
    ***
    aduuuh kasian amat dirimu?? kapan pulang kampung nih😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: