beratnya melepas


12 maret 2009

5.47pm

‘Jam segini dah siap? Kan baru jam 7 harus sampai di sekolah?’. Kakak akan berangkat ke Jogja mengikuti study tour yang diadakan oleh sekolahnya. Beruntunglah karena kakak sudah SMA sehingga segala persiapan bisa dia lakukan sendiri, aku tinggal mengingatkan saja agar tidak ada yang tertinggal. Sejak SD kakak selalu mengikuti kegiatan study tour yang diadakan oleh sekolahnya, hanya saja pada waktu itu aku termasuk di dalam kendaraan yang disediakan khusus untuk ibu2 yang ingin ikut –jadi malu niy, ibunya ga tega nglepas anak cowoknya :):(-.

Sejak hari pertama sekolah aku selalu mengantar anak2ku sendiri, tanpa sopir. Hingga kegiatan2 diluar jam sekolahpun aku sendiri juga yang mengantarkan mereka. Pertama kali aku tidak mengikuti kegiatan kakak adalah pada waktu SMP kelas 1, kakak mengikuti kegiatan LDKS –latihan dasar kepemimpinan siswa-. Aku hanya mengantarkan hingga di sekolah saja. Kalau menuruti kata hati, waaah lebih baik kakak tidak usah pergi saja, mana naik truk polisi –yang cuma ditutup terpal ituu-, menginap juga di tempat seadanya –iya lah, kegiatan seleksi anggota osis mana mungkin tidur di hotel berbintang, ngigooo-. Tapi itu semua demi kemandirian anak2 dan sudah pasti untuk menambah pengetahuan dan pengalaman mereka.

Sekarang sesudah di bangku SMA, kakak sering pergi bersama teman2nya dan beberapa kali hingga larut malam. Setiap kali kakak belum sampai di rumah pada pukul 9 malam, aku selalu mengirim message padanya. Sekedar menanyakan sedang di mana, dan akan aku ulang mengirimkan message lagi apabila kakak belum sampai di rumah pada pukul 11. Hingga hari ini, beruntunglah aku karena kakak selalu menjawab messageku apabila aku menanyakan keberadaannya. –hehehe jangan diketawain toh-

Dan aturan yang aku terapkan, setiap pulang sekolah aku minta anak2 pulang terlebih dahulu sebelum kemudian pergi lagi, selalu ditaati. Kalaupun tidak sempat pulang, aku minta mereka memberitahuku terlebih dahulu. Sehingga hingga hari ini aku tidak perlu cemas menunggu kedatangan mereka pada jam pulang sekolah.

Banyak anak yang berkeinginan nantinya pada saat kulian ingin jauh dari rumah, merasakan kost, tetapi hingga sekarang, kakak tetap pada pendiriannya untuk kuliah di Bandung saja. Padahal aku sudah memberikan kebebasan memilih kota lain untuk menempuh masa kuliah.

Feel blue, my son is going to Jogja n my hubby is in Jakarta.


 

About ami

kami ingin berbagi cerita kehidupan, gagasan dan peluang berkarya. terima kasih kepada yang telah bersedia meluangkan waktu untuk membuka halaman blog kami. salam Lihat semua pos milik ami

8 responses to “beratnya melepas

  • kejujurancinta

    hallo mbak ami
    da lama ni ga berkunjung ke sini🙂

    ga usah terlalu khawatir mbak
    beri kepercayaan pada si kakak
    agar dia juga bisa bertanggungjwb pada dirinya sendiri
    ***
    waa akhirnyaaa, dah berkurang sibuknya? iya betul mbak, anak2 harus belajar mandiri

  • anto84

    He3,kemarin aku juga baru kejogja,tp nyasar sampai muter2 jd bingung
    ***
    weee kalo bingung, pegangan mas🙂. terima kasih kunjungannya

  • Hejis

    Wah lagi ditinggal nih mbak. Tenang aja, mereka akan baik-baik saja. Amiin.

    Salam hangat, mbak.😀
    ***
    amiiin. iya ini rumah agak sepi😦

  • babe titut

    Rasa khawatir ketika anak-anak beraktivitas, adalah hal yang wajar sebagai bahagian dari kewajiban orang tua, namun jadi rasa yang kurang nyaman untuk si anak.
    Apalagi saya, ketika anak-anak di jalan dewasa, saya sendirian membimbing mereka, sehingga rasa khawatir sebagai ayah dan sebagai ibu berkumpul menjadi satu.
    Setiap rasa itu muncul, maka saya gunakan bahasa doa agar energi yang ditangkap oleh anak tetap positif dan anak-anak tetap berada pada jalur yang benar.
    Selamat menunaikan kewajiban yang mulia.
    ***
    betul sekali pak, saya menghilangkan rasa khawatir dengan mendoakan mereka. terima kasih kunjungannya

  • lescaboma

    tau banget deh rasanya…
    hari ini aku juga melepas benaia pergi sendirian (sama guru dan temen2 sekolahnya sih… hehehe…) untuk field trip ke ancol
    nungguin dia pulang rasanya lamaaaa…. banget.
    ***
    emak2 dimanapun sama yaaaa

  • Lambang

    Kenalan mbak,

    Lagi jalan2 aja. Lihat teras blog ini jadi mampir.
    Semoga putranya aman-aman saja di Jogya. Saya pernah beberapa kali ke Jogya, dan di sana memang terasa lebih akrab dibandingkan dengan Jakarta ini.

    Lihat foto di atas, apa memang sengaja digelapkan ya?

    Ok mbak, lain kali saya akan mampir lagi.

    Salam.
    ***
    salam kenal kembali. kakak dah sampe rumah lagi tadi pagi. sehat dan lengkap, malah bawa oleh2 untuk seluruh keluarga.
    hehehe iya gelap, kan diriku sedang feel blue.
    silahkan mampir lagi, semoga ada manfaatnya. nanti saya mapir kesana.
    salam

  • dyahsuminar

    ke Jogja ..??/ mampir mestinya ke tempat Bunda…
    Bola bali seorang ibu…selalu khawatir…kata teman saya …itu salah satu yang pasti dilakukan oleh Ibu…khawatir melepas anaknya..
    Btw…ketika anak Bunda yang nomor satu ..dilamar..Bunda malah nangis…rasanya baru kemarin ngantar dia sekolah,les,dll…Eeh..sudah mau jadi milik orang lain…
    ***
    Alhamdulillah kakak dan suami sekarang sudah dirumah. kakak senang di jogja. waaah begitu ya bunda, bisa sampai nangis, wah saya belum kebayang itu

  • edratna

    Suatu ketika anak-anak akan lepas dari sarangnya. Anak-anak saya hanya TK yang pake antar jemput. Setelah SD-SMA mereka jalan sendiri, naik angkot, dan ini justru membuat mereka mandiri. Banyak teman yang mengatakan saya tega, tapi saya percaya pada Tuhan yang akan melindungi anak-anakku.

    Dan jika pulang kantor, sekitar jam 7 pm anak-anak belum ada, saya hanya sholat dua rakaat, mohon agar dibukakan hati anak-anakku, bahwa ibu menunggu di rumah. Dan dari pembicaraan anak-anakku pada temannya, mereka cerita, kok kalau mau nakal terbayang wajah ibu dimana-mana…sehingga akhirnya memilih pulang. Saya bersyukur, walau pasang surut masa remaja yang berat, tapi anak-anak masih tetap anak-anak yang baik.

    Doa ibu adalah sangat penting, karena dengan doa, ibu juga akan tenang dan ikhlas, percaya bahwa Tuhan akan melindungi anak kita dari marabahaya.
    ***
    betul ibu, saya juga tidak lepas mendoakan anak2 juga suami. hehehe iya nih saya yg kurang kerjaan, ngantar anak2 sekolah tiap pagi, tapi siangnya mereka memang saya ikutkan antar jemput, supaya ngerti rasanya bersama teman dan sayanya juga ada waktu untuk kegiatan yang lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: