berbusana


28 februari 2009

7.49am

Karena saya berasal dari Jawa, maka saya hanya berani menyinggung busana perempuan Jawa yang itupun sebetulnya pengetahuan saya mengenai busana perempuan Jawa juga amat terbatas. Tetapi sebagai perempuan Jawa saya amat menghargai budaya busana Jawa dan sepengetahuan saya busana Jawa memiliki nilai tinggi selain dari motif2 simbolik batik yang memiliki artinya masing2 juga busana perempuan Jawa amatlah membantu para perempuan Jawa menampilkan dirinya secara menarik dan anggun. –bukankah kelebihan kita sebagai perempuan adalah memiliki keanggunan ;)-.

Memang sekarang ini busana perempuan Jawa tidak lagi digunakan sebagai pakaian sehari2 yang karena tuntutan jaman, kepraktisan menjadi pertimbangan utama. Tetapi untuk menghadiri acara resmi ataupun setengah resmi, busana perempuan Jawa ini sungguh pantas digunakan dan sudah tentu dengan desain model yang makin bervariasi mengikuti perkembangan karya cipta para desainer maupun pribadi2 perempuan Jawa itu sendiri.

Sepengetahuan saya, busana suatu daerah sudah tentu amat terkait dengan kebudayaan dan letak geografis dari tempat asal busana itu berkembang. Begitupun dengan busana perempuan Jawa, sudah tentu terbentuknya busana itu amat terkait dengan kebudayaan dan letak geografis dari pulau Jawa ini. Modelnyapun tidak hanya satu, tetapi dengan bermacam2 model bergantung pada momen yang akan dihadiri. Model busana untuk sehari2pun sebetulnya tersedia.

Saya amat menyayangkan, makin kemari, makin tahun, makin jarang saya melihat perempuan2 Jawa menggunakan busana perempuan Jawa –minimal pada acara resmi maupun setengah resmi- yang kalau mau disadari, busana perempuan Jawa ini amatlah menarik dan anggun. Amat disayangkan karena model busana perempuan Jawa yang sudah mendekati sempurna ini –mana ada kesempurnaan di dunia ini🙂 – kemudian karena kekreatifitasan yang berlebihan, digabungkan dengan model busana dari daerah lain apalagi dari negara lain yang sudah tentu merekapun memiliki busana itu karena dipengaruhi oleh budaya dan letak geografis negara mereka.

Setiap kebudayaan memilik kelebihannya masing2 yang sudah pasti bergantung dari pemahaman mengenai hidup bersama sesama, alam dan pencipta dari bangsa itu. Dunia ini diciptakan tidak hanya dengan satu kondisi, tetapi dunia ini diciptakan dengan beragam kondisi geografis yang sudah tentu kondisi ini mempengaruhi kebudayaan, adat istiadat dan kebiasaan dari masing2 bangsa dimana mereka tinggal.

Siapa yang akan melestarikan budaya kita kalau bukan kita sendiri?

 


About ami

kami ingin berbagi cerita kehidupan, gagasan dan peluang berkarya. terima kasih kepada yang telah bersedia meluangkan waktu untuk membuka halaman blog kami. salam Lihat semua pos milik ami

6 responses to “berbusana

  • dyahsuminar

    Waaah…Bunda dapat piagam nih ya ….soalnya kalau di Jogja,ketika ada acara di Kraton,kita mesti memakai busana jawa,,,,komlpit ( baca postingan Bunda “Pesowanan”…Juga untuk menghadiri acara pernikahan ,kami di jogja masih sangat sering menggunakan busana Jawa..sarung/kain dan kebaya….
    ***
    naaa ini, contoh yang bisa dibanggakan. beruntung aku memiliki bunda Dyah. saya akan baca postingannya. salam

  • p u a k

    Benar mbak.. sekarang model kebaya suka aneh2. Padahal itu adalah warisan budaya Indonesia yang patut dilestarikan, walaupun seumur2, baru 1 kali daku pake kebaya..itupun pas wisuda..😎
    ***
    huehehe sekali juga ok, yang penting ngerti menghargai busana asli kita. siiip

  • suryaden

    berhubung saya di jogja, jadi masih belum terlalu khawatir karena masih banyak yang mengenakan busana tradisional pas ada menghadiri atau acara-acara biasa lainnya…
    ***
    gitu ya mas

  • starwrite

    wah salut nih ada blogger yang turut peduli ama sisa kekayaan budaya bangsa…top.
    ***
    thanks, iya sayang kalau dilupakan. terima kasih kunjungannya

  • life choice

    yups, mari kita lestarikan budaya indonesia.. jangan sampe ada bangsa laen yang ngaku2 yaahhh..🙂

    *mampir*
    ***
    he eh, setuju. thanks mampirnya

  • yulism

    Saya termasuk pecinta kebaya nich mbak Ami, dan kemain waktu menikah saya memakai Kebaya akan tetapi sudah di modifikasi mirip dengan gaun pengantin barat. Kebaya asli Indonesia dan kain batik dibikin mirip bawahan untuk gown. Thanks
    ***
    ada fotonya nggak di blognya mbak? jadi ingin liat niy. thanks kunjungannya ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: