sebagai franchisee


27 februari 2009

12.41pm

Ada dua hal yang tidak aku perkirakan pada waktu mendengarkan penjelasan dari pihak franchisor.

Pertama mengenai penentuan lokasi. Aku perkirakan adalah tanggung jawabku sebagai franchisee untuk mencari lokasi yang tepat, kemudian aku informasikan target lokasi tersebut kepada mereka dan apabila disetujui kembali adalah tanggungjawabku untuk mengadakan negosiasi harga hingga deal kontrak sewa. Ternyata tidak seperti itu, seperti yang aku ceritakan di sini, pada waktu mengisi formulir pendaftaran sebagai franchisee aku cukup menyampaikan perkiraan wilayah lokasi yang aku inginkan –dengan catatan mereka akan memberi saran bahwa lokasi outlet sebisa mungkin sedekat mungkin dengan tempat tinggal kita dan belum menjadi wilayah ‘jajahan’ dari outlet yang lain- dan kemudian adalah tugas dari tim survey mereka untuk mencari berkeliling di wilayah yang menjadi sasaranku, hingga mereka menemukan lokasi yang mereka anggap tepat, hingga mengadakan kontak dengan pemilik tempat, negosiasi harga dan aku sebagai franchisee hanya diperlukan pada saat penandatanganan perjanjian sewa. Sebagai franchisee bukan tugasku blusukan, mencari, menanyakan dan menetapkan lokasi yang tepat untuk outlet yang nantinya aku kelola.

Kedua mengenai penyediaan operator. Hal ini juga aku perkirakan adalah menjadi tugasku untuk mencari dan menentukan seseorang yang akan menjadi operator di outletku dan pihak franchisor hanya tinggal mentrain saja. Ternyata tidak seperti itu, ternyata pihak franchisorlah yang akan menyediakan seorang operator dan sudah terlatih. Kita sebagai pihak franchisee berperan sebagai penyedia tempat tinggal dan sudah tentu menyediakan uang makan setiap harinya. Pihak franchisor menyarankan apabila kita memiliki kamar kosong yang dapat digunakan oleh si operator, itu adalah yang terbaik, selain menghemat pengeluaran untuk menyewa kamar juga jauh memudahkan kita untuk mengontrol flow dari outlet kita itu.

Seperti yang aku baca di artikel2, keberhasilan pihak franchisee memenuhi target omset pada umumnya dicapai oleh franchisee yang mengikuti langkah2 SOP standar yang sudah ditetapkan oleh pihak franchisor. Sudah tentu adalah juga tugas franchisee untuk ikut membantu pihak franchisor mengadakan promosi berkala dari outletnya karena sebetulnya pihak franchisor memiliki tanggung jawab untuk mengadakan promosi bagi outlet2 dibawah perusahannya.

Sekarang ini aku sedang menunggu hasil survey dari tim survey mereka dan sesuai dengan saran mereka, aku memilih lokasi disekitaran rumahku yang ternyata belum menjadi daerah ‘jajahan’ dari outlet lain. Semoga …

About ami

kami ingin berbagi cerita kehidupan, gagasan dan peluang berkarya. terima kasih kepada yang telah bersedia meluangkan waktu untuk membuka halaman blog kami. salam Lihat semua pos milik ami

2 responses to “sebagai franchisee

  • suryaden

    sepertinya bikin sendiri lebih enak loh, tapi mungkin untuk belajar juga bagus ikutan franchise gitu, cuman penghasilannya gimana….
    ***
    pilih franchise karena ga punya pengalaman dan pengalaman itu kelebihan mereka. penghasilan, mereka ngga minta banyak kok, dan mereka tetap backup selama kita menjadi franchisee. semoga ya …

  • ibu rumpi

    mudah-mudahan hasil surveynya gak ngecewain yaahhh……. makin maju n tetap semangat!!!!
    ***
    tenkyiuuuu, semangat!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: