warung bakso


5 februari 2009

5.32pm

Hmmm terbayang kan Bandung yang sedang turun hujan dalam beberapa hari ini dengan pola yang tidak dapat ditebak karena kadang hujan, kadang terang dan sudah tentu membuat hawa menjadi dingiiin, kemudian menyantap bakso dengan kuah panas semangkuk penuh berwarna merah kecoklatan dari kecap dan sambal terbuat dari cabe rawit rebus. Apalagi disantap bersama loved one –catatan: semangkuk seorang, kuranglah kalau semangkuk berdua hehehe-. Itulah yang terbayang olehku dan suami pada suatu sore yang redup disebabkan mendung tebal dan hujan rintik2.

Jarak dari rumah ke warung bakso tidaklah jauh dan sedang timbul keisengan kami ingin mengenal jarak terdekat dari rumah menuju ke warung bakso itu dengan melewati jalan pintas yang berarti kami harus menerobos perkampungan di seberang rumah kami. Dibawah naungan payung golf –payung yang buesar ituuu- berwarna putih dengan menggunakan jaket berponco, celana pendek dan bersandal jepit, kami keluar dari rumah, menyeberang jalan dan masuk kejalanan sempit yang hanya bisa dilalui sepeda motor berpapasan. Kami mulai menelusuri jalan gang yang berliku, kadang menyempit, berbelok ke kiri, berbelok ke kanan, menyerong, dibatasi oleh rumah2 padat dengan bermacam bentuk dan warna dan diantara rumah2 dengan halaman yang hanya sejengkal tiba2 terlihat rumah dengan bentuk yang modern dan masih terlihat baru. Kami terus menyelusuri jalanan gang dan kadang harus memiringkan payung besar kami karena jarak dari rumah samping kiri dan kanan tidak muat untuk dilewati payung kami. Sepanjang perjalanan yang kami tempuh dengan berjalan kaki didalam hujan yang tidak merata, terbayang dalam benak, hmmmm dengan perjalanan yang seperti ini diliputi hawa yang ternyata dinginnya hingga menembus jaket, hmmmm tidak hanya kami akan memesan take away untuk anggota keluarga lain yang berada di rumah, tetapi kami akan duduk dulu sebentar sambil menyantap semangkuk bakso panas itu. Dalam seporsinya, terdapat 1 bakso kasar sebesar bola tenis, 4 bakso halus ukuran standar, so’un, sayuran sawi hijau dan opsional beberapa potong tetelan daging. Hmmmm nikmat sekali.

Di bawah hujan dengan pola seperti terbawa angin, tiba2 hilang hanya sedikit gerimis tetapi tanpa diduga tiba2 muncul guyuran air hujan yang cukup deras, bayangan menyantap bakso panas itu semakin meracuni pikiran yang tanpa terasa mempercepat langkah kami menelusuri jalanan beton yang membelah perkampungan itu. Akhirnyaaa terlihat juga ujung gang yang menandakan bahwa warung bakso itu sudah semakin dekat. Hmmmm tinggal beberapa langkah lagi akan terlihat warung bakso yang letaknya persis di luar ujung gang kampung itu.

Tetapi betapa kagetnya kami, ternyata warung bakso itu TUTUP, sepiiiii, dengan kertas folio tertempel pada kaca jendela memberitahukan bahwa warung bakso itu tutup mulai hari itu hingga 2 minggu kedepan! Haaaah, hahahahaha

Kami berdua hanya bisa tertawa dan segera membalikkan badan kembali masuk ke dalam gang menuju pulang. Hahahaha

About ami

kami ingin berbagi cerita kehidupan, gagasan dan peluang berkarya. terima kasih kepada yang telah bersedia meluangkan waktu untuk membuka halaman blog kami. salam Lihat semua pos milik ami

5 responses to “warung bakso

  • Mahendra

    Walaupun gak dapet bakso…, tapi yang asyik itu justru berjalan berdua sama suami sambil hujan2an di bawah payung…

    Kebayang tuch…., romantiiiiisss bangeeettt…. Hehehehe🙂
    ***
    wiiih itu siy bukan konsumsi umum makanya ga diceritain hehehe. si abang dah balik toh, salam dari kami

  • Ersis Warmansyah Abbas

    Walah ada hubungan antara hujan dan bakso ya … bagus juga tu
    ***
    erat banget hubungannya🙂. terima kasih menyempatkan ngomen ya mas

  • suryaden

    aroma dan segarnya bakso itu…
    hilang meskipun dengan perjuangan yang panjang,
    hai… ini sudah resmi ato pas masih pacaran…
    walah… tadi kukira posting masalah kuliner lanjutan dari franchise kemaren, ternyata…

    sepanjang jalan kenangan… kekekeke….
    ***
    baruuu aja beberapa hari lalu kejadiannya, hehehe. sekarang ini si warung yaaa masih tutuph raphett. franchise, sedang dipelajari bareng ma suami, sedang lirak lirik cari lokasi, sedang …. sedang …. . tunggu tanggal mainnya🙂

  • mercuryfalling

    yaaahh…kebayang deh whehehhe…lg liburan tukang baksonya. sampe 2 minggu gitu

    lengkap sekali jeng, membayangkannya, bikin aku ngiler aja. dingin neh
    ***
    di sono bih dingin kali ya dari bandung. weeeh emang uenak baksonya

  • lescaboma

    hehehehe…., harusnya telpon dulu ya jeng😉
    jadi kangen bandung dengan bakso2 nikmatnya…😦

    there’s no place like bandung…
    ***
    bandung, betuuuul satu2nya place kayak bandung, ya bandung, hlah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: