Penyambutan

Dalam interaksi sosial baik interaksi yang bersifat terbatas antara dua orang maupun yang bersifat terbuka dengan melibatkan banyak orang, peran komunikasi menjadi sangat penting.

Pentingnya komunkasi, mendorong terjadinya interaksi sosial yang tidak hanya sekedar pilihan bentuk dari suatu kegiatan linguistik baik lisan maupun tulisan untuk berbagi pesan antara komunikator dan komunikan. Dalam bentuknya yang semakin kompleks, komunikasi juga melibatkan bentuk komunikasi yang lebih verbal dengan melibatkan seluruh anggota tubuh dalam berkomunikasi.

Pilihan pola komunikasi yang terjadi dalam berbagai bentuk dan pilihan cara juga terbentuk dari situasi psikologis dari para pihak yang berkomunikasi. Hambatan yang muncul dalam berkomunikasi seringkali muncul dalam bentuk hambatan emosional dari situasi psikologis yang tercipta.

Ekspresi verbal dan penyambutan yang negatif, dingin, diam dan cenderung tidak peduli seringkali justru menciptakan komunikasi yang buruk dalam sebuah interaksi sosial. Rasa tidak diterima, diabaikan ataupun tidak dihargai akhirnya memunculkan keengganan untuk berkomunikasi.

Disamping itu, ada semacam keenggan yang timbul tanpa disadari ketika masuk di wilayah thema pembicaraan yang tidak diketahui. Rasa ketidaktahuan yang seharusnya secara positif mendorong untuk belajar dan mencari tahu lebih banyak, justru digantikan dengan sikap negatif yang cenderung resisten, tidak mau tahu bahkan masa bodoh.

Hal-hal seperti ini yang seringkali tidak disadari oleh banyak orang dalam membangun interaksi sosial yang sehat. Seseorang seringkali tiba-tiba merasa diabaikan dan tidak lagi dilibatkan dalam pembicaraan, atau bertanya-tanya mengapa lawan bicaranya lebih memilih orang lain untuk diajak bicara ketimbang dirinya.

Penting rasanya bagi kita semua untuk sesekali melakukan introspeksi dan retrospeksi untuk melihat apakah bukan tidak mungkin terjadinya kegagalan interaksi sosial justru berawal dari diri sendiri dan bukan sekedar menyalahkan orang lain.

Belajar sebanyak mungkin hal untuk menambah pengetahuan serta bersikap positif atas hal-hal yang tidak dimengerti membuat kita bisa membangun interaksi sosial yang sehat. Perbedaan pendapat tetaplah dimungkinkan tetapi tentunya tetap dalam sikap yang positif.

Mari…, kita bangun interaksi sosial yang sehat…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: