jangan diharamkan

30 januari 2009

10.26am


Aku ambil keranjang belanjaan yang tersedia di pintu masuk supermarket Hero -eeeh sudah berganti nama menjadi Giant– kemudian bergegas menuju ke rak yang berisi khusus deretan coklat dan permen dari bermacam jenis dan merk. Aku ambil 2 bungkus Chacha, 2 bungkus Chikchok, 2 bungkus Selamat, 6 bungkus Top dan 2 batang Silver Queen. Cukup, maksudnya aku cukup puas melampiaskan kemarahanku dengan mencomot bungkusan2 coklat itu. Barulah kemudian aku menuju ke rak2 yang lain untuk mengambil barang keperluan keluargaku. Setelah barang belanjaanku lengkap yaaa sudah tentu aku menuju ke kasir untuk membayar. Kebiasaan yang aneh ya, membeli beberapa bungkus coklat untuk meredam kemarahan. Lebih bagus kan dari pada kebiasaan melempar perabot hehehehe.

Aku adalah penggemar coklat dalam bentuk apapun, permen, batangan, roti, kue kering, cake, tetapi tidak roti isi coklat. Aneh ya. Beberapa waktu yang lalu ketika bertemu dengan teman kuliahku mereka mengingatku dengan mengatakan ‘ami yang selalu membawa Silver Queen di dalam tasnya’, malu2in kayak anak tk ajaaah. Dan kegemaranku ini menurun pada kakak, jadi coklat aku beli lebih dari sebungkus itu agar supaya tidak perlu berebut dengan kakak, lagi2 malu2in rebutan sama anak sendiri. Sudah tentu seluruh coklat yang aku beli tidak aku makan sendirian, sesampainya di rumah aku letakkan bungkusan2 coklat itu ke dalam keranjang besar yang khusus disediakan untuk menaruh segala macam snack dan boleh diambil oleh siapa saja yang menginginkannya. Tetapi ada aturan di rumah ini, snack boleh dimakan sesudah selesai makan makanan utama, snack tidak boleh dimakan pada saat perut dalam keadaan lapar. Betul kan?

Aku pernah mengatakan pada suami yang perokok berat, ‘sepertinya kesukaanku makan coklat sama seperti kesukaanmu merokok’, hehehe. Semoga saja coklat tidak diharamkan karena menyebabkan gigi berlubang, jerawatan, kegemukan dan kecanduan. Naaaaah looo

About ami

kami ingin berbagi cerita kehidupan, gagasan dan peluang berkarya. terima kasih kepada yang telah bersedia meluangkan waktu untuk membuka halaman blog kami. salam Lihat semua pos milik ami

3 responses to “jangan diharamkan

  • grubik

    Kecanduan emang asyik…
    ***
    betuuul🙂

  • suryaden

    hero itu memang jadi giant to dimana-mana, walah pancen kuper tenan saya…
    coklat memang makanan ringan tapi lumayan memberi kalori yang tercepat, kalo sampe diharamkan ya… walah mungkin kalo dimakan sekalian sama bungkusnya kekeke…
    kalo saya suka kokoa karena sekalian ngilangin haus.
    ***
    he eh lupa satu lagi kegemaranku dan seluruh keluarga, minum minuman coklat hangat, apalagi di bandung to mas, selain ngilangin haus juga ngilangin dinguiiin.
    hahaha dimaem sak bungkuse guduk haram walhasil keleleken iku jenenge

  • p u a k

    saya juga penggemar coklat mbak..
    tapi gak fanatik.. tau ‘diri’ soalnya:mrgreen:
    ***
    tau diri napa mbak, cuek aja ga bisa yaaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: