bebaskan

27 januari 2009

00.02am

No More Blues_The Idea of North

Harus berapa kali lagikah aku mengalami peristiwa yang seperti ini karena ini bukanlah untuk yang pertama kalinya. Ataukah peristiwa seperti ini memang sudah menjadi bagian dari dirimu. Apabila memang begitu, untuk apa aku menjadikannya persoalan. Aku akan biarkan ini terjadi seterusnya dan mengundurkan diri dari kancah pertarungan memperebutkan perhatian darimu. Aku tidak ingin menjadi penghalang dari keutuhan dirimu apabila memang dirimu bukanlah penyetia terhadap satu sahabat yang menyatu sebagai pendampingmu.

Belumlah lama kita hidup berdampingan dengan segala suka dan duka yang berhasil kita geluti bersama, tetapi dalam waktu yang baru sedikit ini sudah terkuak kekosongan2 yang tidak bisa kupenuhi dengan kehadiranku. Tidak perlu menghilangkan apa yang sudah menjadi dirimu, apalagi hanya untuk sementara karena hanya sementara untuk kemudian terulang kembali.

Maafkan apabila ternyata aku hanya bisa menyertai sebagian dari dirimu, karena ternyata ada dan ada saja yang bisa menambal kekosongan yang timbul. Ternyata diriku tidaklah cukup untuk memenuhi kekosongan di dirimu, ternyata diriku membosankan untukmu yang memiliki jiwa petualang semenjak usiamu masih dini, ternyata diriku tidak cukup cerdas untuk mengimbangi kepandaianmu.

Doakan secepatnya aku bisa melupakan yang sudah terjadi dan tidak mengulang lagi kegusaranku andai terjadi lagi dan lagi. Memang untuk saat ini yang kutahu hanyalah dengan menutup mata hatiku. Aku sudah terbiasa dengan penutup mata hati yang kugunakan di masa lalu untuk waktu yang cukup lama. Lebih sakit terasa sesudah aku mempunyai peluang untuk membuka dan ternyata kuharus menutupnya kembali.

Semoga sesudah hari ini hidupmu lebih indah dan berwarna, begitu juga dengan diriku dapat menikmati kehadiranmu tanpa ada rasaku yang membelenggu dirimu. Tetaplah menjadi dirimu tanpa harus merubahnya, karena menutupi apa yang sudah menjadi dirimu hanyalah akan bertahan untuk sementara waktu.

Mencintai tanpa membelenggu, tanpa mengharap, tanpa memiliki adalah cinta yang sebenarnya. Cinta yang tidak hadir begitu saja tetapi melewati proses pembelajaran yang tidak mudah dan menyakitkan untuk kemudian menemukan arti sebenarnya dari mencintai.

Kamu dengan dirimu dan aku dengan diriku.

Maafkan apabila ada yang kurang berkenan, kuberharap ada kata yang membuatku mengerti sedalam apakah arti kesetiaan yang berlaku untuk dirimu.

Hasil renungan sahabatku sesudah menengok kembali kebelakang untuk segera kembali menjalani hidup selayaknya.

About ami

kami ingin berbagi cerita kehidupan, gagasan dan peluang berkarya. terima kasih kepada yang telah bersedia meluangkan waktu untuk membuka halaman blog kami. salam Lihat semua pos milik ami

2 responses to “bebaskan

  • nita

    “Mencintai tanpa membelenggu, tanpa mengharap, tanpa memiliki adalah cinta yang sebenarnya”

    mencintai tanpa membelenggu rasanya masuk akal. tapi mencintai dg berharap dan ingin memiliki bukankah suatu hal yg amat sangat wajar dan manusiawi? setiap mencinta saya selalu berharap dan ingin memiliki –cuma harus pandai2 menakarnya agar jgn jadi cinta yg membabi buta

    thanks udah mampir di blog saya:)
    ***
    iya takaran tiap orang bisa berbeda yaa. capai juga siy kalau tiap kali harus mengulang menakar sesuai dengan yang dibutuhkan. terima kasih juga untuk komennya.😉

  • p u a k

    Berharap langkah yang diambil adalah yang terbaik..🙂
    ***
    betul pada akhirnya kita harus percaya, langkah yang kita ambil pastilah Allah yang memilihkan …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: