hati seorang ayah

Pagi ini sewaktu bangun tidur, entah mengapa aku teringat untuk berziarah kesareannya Ayahku, dan aku menyampaikan keinginanku itu kepada adikku yang ternyata dia mau menemaniku. Kami merencanakan berziarah besok pagi sesudah anak2 berangkat ke sekolah. Dan baru saja aku mengecek email, yang membuatku terperanjat adalah aku mendapatkan sebuah email dari seorang temanku dengan tulisan sbb:

HATI SEORANG AYAH

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk- bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya pada ayahnya: “Ayah , mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?” Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.
Ayahnya menjawab : “Sebab aku Laki-laki.” Itulah jawaban Ayahnya. Anak wanita itu berguman : ” Aku tidak mengerti.” Dengan kening berkerut karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : “Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki.” Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya :”Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?” Ibunya menjawab: “Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian.” Hanya itu jawaban Sang Bunda.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran.

Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.

“Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi. ”
“Ku-ciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya & kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. ”
“Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. ”
“Kuberikan Keperkasaan & mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya & yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya.”
“Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. ”
“Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai & mengasihi keluarganya, didalam kondisi & situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara.”
“Ku-berikan kebijaksanaan & kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan & menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. & bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar & saling melengkapi serta saling menyayangi.”
“Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki- laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari & menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia & BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. ”
“Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya, dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia & Akhirat.”

Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut & berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayanya. ” AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH.”

Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung,tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah…

Berbahagialah yang masih memiliki Ayah. Dan lakukanlah yang terbaik untuknya….

Berbahagialah yang merasa sebagai ayah. Dan lakukanlah yang terbaik buat keluarga kita……..

Di Indonesia tidak dikenal Hari Ayah, akan tetapi peran seorang Ayah di dalam sebuah keluarga sama pentingnya dengan peran seorang Ibu seiring dengan tugasnya masing2.

About ami

kami ingin berbagi cerita kehidupan, gagasan dan peluang berkarya. terima kasih kepada yang telah bersedia meluangkan waktu untuk membuka halaman blog kami. salam Lihat semua pos milik ami

6 responses to “hati seorang ayah

  • Mahendra

    Tulisan yang mencerahkan. Terima kasih sudah mengingatkan saya tentang betapa pentingnya tugas, peran dan tanggung jawab seorang ayah.

    Semoga saya bisa menjadi ayah yang baik untuk anak-anak sekaligus suami yang baik untuk istri saya.

    Tabik…..😉
    ***
    terima kasih kembali bang. terima kasih kunjungannya.
    salam

  • p u a k

    Aku bangga punya ayah seperti papaku. Semua sifatnya nyaris kumiliki. Tapi yang terpenting..tanggung jawabnya dan cintanya pada keluarganya.
    Seorang ayah memang mempunyai peran penting sama seperti seorang ibu.
    Nice post, mbak.🙂
    ***
    begitu juga dengan ayahku. my hero deh. thanks for dropping by

  • prameswari

    Anak perempuan biasanya lebih dekat pada ayahnya. Figur ayahnya dirumah membentuk sikapnya terhadap teman laki-lakinya.

    Salam kenal Ami
    ***
    betuuuul sekali. terima kasih kunjungannya nungki

  • defidi

    Sesak membaca tulisan diatas, teringat ayah (alm), hanya 11 tahun Sang Pencipta berkenan untuk ayah mendampingi aku, namun 11 tahun itu sudah cukup bagi aku untuk selalu bersyukur diberikan ayah yg tdk saja sebagai ayah,teman,pemimpin, bahkan segala nasihatnya menjadikan kami kuat hingga sekarang. Doa tulus senantiasa aku panjatkan, kranya Allah SWT berkenan menempatkannya ditempat yg terbaik. salam
    ***
    Amin. baru saja saya pulang berziarah dari sareannya ayahku. hingga hari ini saya tidak bisa menahan haru apabila mengunjungi sareannya. terima kasih kunjungannya

  • ompundaru

    Hiks… Betul-betul mengharukan.. Sampe teringat, dulu waktu almarhum ayahku meninggal, aku lagi di Jogya. Ketika sampai di kota asalku, ayahku sudah dikuburkan kemarin..
    Yang terlihat hanya tanah merah..
    Tapi dengungan nasehatnya selalu mengikuti ke mana saja aku pergi.
    Hingga aku menjadi seorang laki-laki.
    Dan, kelak, Insya Allah, akan menjadi seorang ayah.. sama seperti ayahku..

    Terima kasih atas postingan yang mengingatkan.

    Salam,
    OmpuNdaru
    ***
    wah pengalaman yang sama pak, saya juga tidak bisa menghadiri pemakaman ayah. terima kasih kembali. terima kasih atas kunjungannya. salam

  • Desy Pardede

    Hiks..hiks…hiks… *ambil tissue*
    Jadi teringat papaku yg telah dipanggil Tuhan.
    Selama hidupku aku gak pernah lihat papaku sakit. Tapi begitu papaku sakit, itulah yang jadi jalan buat papaku untuk menghadap sang Penciptanya. I luv u dad…!
    ***
    samaaa, hiks papaku juga sekalinya sakit eeeh terus ninggalin kita semua. thanks for the comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: