blendrang kering


 

 

 

 

 

 

13 desember 2008
9.00am
You Don’t Know What Love Is_Cassandra Wilson

Pagi ini aku bangun dengan mata masih terbuka setengah, aku keluar dari kamar menuju ke ruang makan belakang melewati ruang keluarga untuk mengambil mug, kembali masuk ke ruang keluarga, membuat susu coklat –milo– kemudian aku tuangi air panas dari termos, mengaduknya sambil berjalan menuju ke kursi makan- kursi dan meja makan ini terletak di ruang keluarga-. Wah kacamataku tertinggal di meja kecil samping ranjang.

Masih dengan rasa mengantuk, aku nyalakan televisi, selama kurang lebih 5 menit ketika tiba2 teringat, bukankah hari ini kakak harus berangkat ke sekolah meskipun hari Sabtu untuk mengikuti ulangan semesternya? Aku tengok jam, wiuuuh, masih belum lagi jam 6 pagi. Baru saja aku menghela nafas, terdengar dari lantai atas, seseorang turun dari tempata tidurnya, kemudian gubrak gubrak menuruni tangga, dan dari tempatku duduk, terlihat 2 kaki kecil menuruni tangga satu demi satu. Si adik.
Sambil menyapa si kecil, aku berjalan kembali menuju ruang makan belakang untuk mengambil 2 mug, besar dan kecil yang kemudian aku isi ke 2 mug itu dengan milo, kutuangi air panas dan mengaduknya. Kembali dari lantai atas aku mendengar seseorang menuruni tempat tidurnya, kemudian kriit, membuka pintu lemari pakaian, bruk, menutupnya dan gubrak gubrak, kakak menuruni tangga menuju ke bawah yang kemudian langsung memasuki kamar mandi.

Untuk ke 3 kalinya di pagi ini aku memasuki ruang makan belakang, kali ini menuju meja makan, membuka tudung saji oval besar –yang bisa menutup 1 menu lengkap makan siang/malam termasuk sambal-, kemudian aku perhatikan, wah masih ada beberapa sisa makanan masakan sehari yang lalu, yang kemarin sore sudah dihangatkan untuk makan malam. Ada sambal tempe, sambal goreng kuah daging, daun singkong bumbu merah dengan sedikit teri.

Aku tutup kembali tudung sajinya dan berjalan menuju kamar tidurku untuk mengambil kacamata yang tertinggal. Sesampai di kamar, aku sedikit termangu melihat ranjang besar yang kosong, iyaaa suamiku sedang bertugas ke Jakarta, hiksss.

Okeee, kembali lagi aku menuju meja makan di ruang makan belakang, mengambil piring2 sayur dan meletakkannya di meja dapur. Semuanya –daging, daun singkong teri, sambal tempe- aku bawa ke dapur, aku ongseng menjadi satu hingga mengering. Naaa jadilah blendrang kering, hmmmm terbayang bukan rasanya? Gurih dan pedas. Dijadikan lauk untuk sarapan dengan nasi hangat –aku buka tutup magic jar, nasi masih ada- dan tidak ketinggalan kerupuk.

Jangan tanyakan yaaa kandungan gizinya !

About ami

kami ingin berbagi cerita kehidupan, gagasan dan peluang berkarya. terima kasih kepada yang telah bersedia meluangkan waktu untuk membuka halaman blog kami. salam Lihat semua pos milik ami

3 responses to “blendrang kering

  • Rita

    Trus buat si kakak ma si adik? kalo dikasi blendrang kering ntar kepedasan bundaa…..
    ***
    ayah, kakak ma adek sarapannya lebih suka roti tuh mbak, blendrang kering mah buat emak2nya😉
    salam

  • edratna

    Dulu, saat masih kecil, ibu tak pernah membuat blendrang, makanan diusahakan habis hari itu. Awal menikah saya berusaha mempertahankan seperti itu…ternyata suami suka blendrang, apalagi yang namanya sambel tumpang (makanan khas Kediri yang dibuat dari tempe bosok), yang “mainnya” baru dua hari setelah dimasak, karena bumbu akan terasa.

    Awalnya saya benar-benar tak bisa (sampai sekarang yang namanya tempe bosok, petai, saya tak tahan baunya….)…tapi akhirnya bisa juga membuatkan bagi suami, walau tetap tak bisa memakannya.
    ***
    yang pasti blendrang kering tidak bisa dipertanggungjawabkan kandungan gizinya. saya sendiri tidak menyediakan itu untuk lauk keluarga terutama anak2. terima kasih kunjungannya bu.
    salam

  • thefachia

    tenang walaupun kurang bergizi yang penting maknyus juga saya doyan..😀
    ***
    emak2 kan begitu, makanan sisa sayang di buang😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: