pak sayur


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

11 desember 2008
7.13pm
Slamball-basket plus trampoline- _ axn

Sudah beberapa hari ini tukang sayur langganan kami tidak lewat di jalan depan rumah sejak sehari sebelum Idul Adha. Si tukang sayur menjanjikan bahwa hari ini dia akan berjualan lagi tetapi janji tinggallah janji.
Sudah sering aku mengalami ini dan beruntunglah aku karena di sekitar rumah kami cukup banyak tempat makan dan dengan berjalan kaki hanya 5 menit sudah bisa ditemui sebuah mall yang dilengkapi dengan food courtnya. Belum lagi ketersediaan delivery service mulai dari mc d hingga rumah makan di dekat rumah dengan nasi gorengnya yang enak.

Begitu juga kalau malam hari, terdapat gerobak dadakan yang hanya berjualan pada malam hari, mulai dari gorengan, martabak hingga Chinese food.

Pasarpun sebetulnya juga relative dekat, hanya membutuhkan berjalan kaki sekitar 10 menit.

Pada suatu ketika si tukang sayur yang sudah berjanji akan datang pada hari h dan seperti biasa tidak menepati janjinya, mengatakan padaku bahwa dia kembali berjualan apabila persediaan uangnya sudah habis. Haaaah, nyaman betul hidupnya, tidak berbelit dan santai.

Aku sempat berpikir begitu sederhanakah kehidupannya, tuntutan terhadap dirinya untuk menyediakan penunjang hidup sehingga dapat dengan santai dia menjalani hari2nya. Dan si tukang sayur kami ini setiap kali menawarkan dagangannya selalu dengan senyum ramah, sopan, harga barang yang bersaing dan dengan ukuran badan yang gemuk! Haaa dia tidak merasa kekurangan suatu apapun.

Kadang hal tersebut mengingatkanku apabila mulai timbul keinginan memiliki ini dan itu yang sudah tentu sebetulnya adalah kebutuhan ke 5 dst, apakah betul hidup baru bisa nyaman dengan barang2 tersebut, apakah betul kami membutuhkannya, apakah tidak lebih bermanfaat bila uang yang ada kami bagikan pada yang lebih membutuhkan.

Perkataan si tukang sayur itu yang sering mengingatkanku untuk menghargai dan mensyukuri apapun yang aku miliki.

Right?

About ami

kami ingin berbagi cerita kehidupan, gagasan dan peluang berkarya. terima kasih kepada yang telah bersedia meluangkan waktu untuk membuka halaman blog kami. salam Lihat semua pos milik ami

2 responses to “pak sayur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: