Diam itu Emas?

Ada satu tulisan pendek yang sempat terbaca ketika saya tak sengaja lewat di sebuah Blog. Judulnya ‘Diam itu Emas?”

Dahulu begitu banyak orang yang mengutip pernyataan, “Silent is gold” dalam pembicaraan sehari-hari untuk menjawab secara diplomatis ketika seseorang ditanya kenapa dia diam saja. Saat ini ketika makin banyak idiom-idiom baru yang bermunculan, ‘silent is gold’ semakin jarang hadir dalam pembicaraan sehari-hari. Bahkan sudah ada yang mulai mempertanyakan pernyataan itu…, “Is it?”

Memang, “diam’ punya banyak arti dalam bahasa Indonesia. Secara semantik, diam bisa dimaknai tidak mengucapkan sepatah katapun, tidak berkata-kata. Atau diam juga bisa diartikan tidak bergerak atau tidak berbuat melakukan sesuatu.

Secara filosofis, lebih banyak lagi makna yang bisa di interpretasikan dari kata ‘diam’. Diam bisa berarti malas.., masa bodoh.., oportunis.., tidak peka.., mati… atau bahkan sakit gigi.. Dan masih banyak lagi yang lain.

Bahkan ada juga yang mengatakan.., “diam untuk merenung dan introspeksi diri diperlukan sebagai salah satu jalan untuk tidak lupa diri..”

Tapi apapun itu.., saya setuju bahwa belum tentu ‘diam itu emas’… Atau mungkin anda punya pendapat lain?


2 responses to “Diam itu Emas?

  • yulism

    Jika Diam karena kalimat atau kata yang akan terucap hanya menyakiti hari orang lain, maka diam ini berarti emas.

    Jika Diam karena tidak berani berargumen atas suatu kebenaran, maka diam ini berarti Pecundang.

    Dan masih banyak lagi arti dari “Diam” berkenaan dengan situasi dan kondisinya. thanks

  • bahtiarian

    Yang jelas orang diam tidak dituntut apapun. Betulkah?
    ***
    dituntut menuntut tergantung konteksnya kali ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: