Ke Jakarta 2

                                                                                                                                                                                       

 

 

 

 

honey, chikita dan choky di Jakarta

3 desember 2008

6.45am

National Geographic_mega vision

Kami berangkat ke Jakarta menggunakan kereta Argo Bromo pukul 6.10 agar sampai di Jakarta sebelum pukul 10.00 untuk mengejar pertemuan yang akan dihadiri oleh suamiku dan kami memilih menggunakan kereta api untuk menghindari kemacetan yang sudah bisa dipastikan terjadi begitu memasuki Jakarta.
 

Ternyata kali ini kereta api mengalami keterlambatan sekitar 30 menit karena berhenti persis sebelum masuk stasiun Gambir. Aku tidak mengetahui apa penyebabnya.

Akhirnya kami sampai juga di stasiun Gambir dan langsung menuju ke rumah mama disekitaran Kebon Jeruk. Sesudah suamiku berangkat menuju ke tempat pertemuannya, seperti pada umumnya apabila bertemu keluarga, sudah pasti aku, mama dan kakak2 saling bertukar cerita, membahas ini dan itu daaaan sesudah makan siang, aku bersama kakak2 pergi ke Tanah Abang. Sesuai saran kakak untuk saat ini Tanah Abang adalah tempat dengan barang berharga termurah dibandingkan tempat lain. Sudah pasti aku mempercayainya karena kakak adalah pakarnya berbelanja. Hehehe iya kan mbak?

Kami bertiga sampai di Tanah Abang blok A sekitar pukul 13.45, sungguh beruntung karena tidak turun hujan dimana hari2 ini Jakarta sudah sering di guyur hujan lebat. Kemudian sebagai layaknya perempuan yang berada di tempat perbelanjaan, kami bertiga mulai menunjuk ke sana kemari, melihat, membandingkan dan memilih apa yang kami anggap bagus dan sudah tentu dengan harga murah. Merupakan kepuasan tersendiri apabila bisa mendapatkan barang bagus dengan harga murah. Dibutuhkan kepandaian tersendiri untuk mendapatkan harga terendah dengan cara tawar menawar. Dan sudah tidak diragukan lagi, kakak2ku adalah pakarnya. Hehehe iya kan mbak?

Hingga akhirnya waktu menunjuk pada sekitar pukul 4.00 yang ternyata sebagian pedagang mulai memberesi dagangannnya dan menutup kios mereka. Tidak semua kios bersiap ditutup pada jam tersebut, jadi sudah tentu kami tidak langsung meninggalkan Tanah Abang, kami masih menyempatkan untuk naik ke lantai 2 dan berkeliling ke sana kemari karena kami ingin menemukan model baju yang bisa kami tiru untuk membuat baju seragam yang akan di pakai pada salah satu acara keluarga nanti di penghujung bulan Desember ini.

Sekitar pukul 5.15 kami meninggalkan blok A, di luar gedung terlihat sesak dengan orang2 yang juga mulai meninggalkan gedung tersebut. Akhirnya kami mendapatkan juga taxi diantara kemacetan lalu lintas persis di depan pintu utama gedung, dan yang menyebalkan ternyata sopir taxi tidak mau menggunakan argo, dia menawarkan harga 70.000rp untuk mencapai rumah. Waaaaah siapa yang mau? Sudah tentu kami mencari taxi lain dan sudah tentu juga kami mendapatkannya.

Akhirnya sampai jugalah kami di rumah tanpa mengalami kemacetan yang parah, dan ternyata suamiku sudah sampai di rumah terlebih dahulu dari tempat pertemuannya.

Sembari menunggu jam keberangkatan travel Cipaganti sekitar pukul 7.30, kami para ibu menceritakan dan memamerkan barang2 yang kami dapatkan kepada mama dan para suami yang hanya manggut2 saja mendengarkan dan melihat barang2 itu dan pastinya di dalam hati mereka mengatakan, dasar perempuan, hehehehe.

Yang tidak pernah tertinggal, aku dan suamiku menyempatkan memesan bakmi Gajah Mada yang kami bawa pulang ke Bandung sebagi oleh2 untuk semua orang di rumah. Hampir saja kami tertinggal travel karena ternyata kali ini cukup lama kami menunggu delivery dari Bakmi Gajah Mada tersebut.

Akhir cerita kami sampai di rumah Bandung baru sekitar pukul 11.30 dikarenakan kemacetan yang harus dilalui mulai dari tempat keberangkatan hingga keluar meninggalkan Jakarta. Aga, seperti biasa belum tidur pada jam itu dan sudah tentu dia langsung menyantap oleh2 yang kami bawa yang ternyata masih hangat.

Setiap pasangan yang sudah berkeluarga sudah pasti membutuhkan waktu yang bisa dihabiskan berdua saja meskipun hanya dalam waktu yang singkat untuk tetap mempertahankan kedekatan mereka diantara rutinitas berkegiatan dan mendampingi anak2nya.


About ami

kami ingin berbagi cerita kehidupan, gagasan dan peluang berkarya. terima kasih kepada yang telah bersedia meluangkan waktu untuk membuka halaman blog kami. salam Lihat semua pos milik ami

One response to “Ke Jakarta 2

  • Rita

    Pas nyampe rumah argo taksinya brapa ternyata mba?
    Iya bener, sesekali pergi berduaan saja dapat memperbaharui dan memperbaiki suasana hati, keakrapan bersama pasangan….
    ****
    argo 45ribu dah termasuk macet tuh mbak. terlalu yaa.
    ami

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: