Rumah masa kecil

26 november 2008

3.18pm

Gerimis semenjak siang

Ceritaku kali ini terinspirasi sesudah membaca cerita mbak Yulis mengenai masa kecilnya. Thanks mbak. Aku dilahirkan di Bandung kota dimana sekarang aku tinggal, tetapi sejak umur 1 tahun aku pindah ke kota Malang sudah tentu karena mengikuti bapakku yang berpindah tugas.

Rumah pertama yang kami tempati adalah rumah bertingkat di jalan Wilis, dimana di rumah tersebut kami tinggal bersama bude –kakaknya ibu- sekeluarga. Aku dan adikku melewati masa balita kami di rumah itu, hingga aku duduk di bangku tk nol besar.

Di depan rumah kami terdapat taman luas nan rindang yang merupakan bagian dari area Indrokilo, Botanical Garden kota Malang. Hampir setiap sore aku dan adikku bermain di sana, mulai dari disuapi, belajar berjalan hingga akhirnya belajar menaiki sepeda roda tiga untuk yang pertama kalinya.  

Sesudah bude sekeluarga meninggalkan kota Malang dan pindah ke Jakarta, kami juga meninggalkan rumah tersebut dan pindah menuju rumah di jalan Ringgit. Kami menempati rumah tersebut hingga aku kelas 7. Setiap pagi aku dan adikku berangkat ke sekolah menggunakan becak, tetapi pulang dari sekolah kami lebih banyak berjalan kaki karena memanfaatkan waktu pulang sekolah itu untuk mencoba rute jalan pintas bersama teman2. Di rumah tersebut kami sering didatangi teman2 sekelas dan kemudian bermain petak umpet , bentengan dan permainan2 lain yang mengandalkan kekuatan fisik. Amat berbeda dengan permainan anak sekarang, seperti yang dilakukan anak2ku, permaianan mereka kebanyakan mengandalkan ketrampilan jari tangan.            

Pada waktu aku duduk dibangku kelas 7, kami berpindah lagi menuju rumah di jalan Salatiga. Di rumah tersebut aku habiskan waktuku hingga lulus kuliah. Di rumah tersebutpun kami sering didatangi teman2. Pada waktu itu permainan yang sedang mewabah adalah bermain sepatu roda dan skate board.

Jalanan di samping rumah kami amat ideal untuk bermain sepatu roda, karena jalannya sudah diaspal dengan rata, jalannya panjang dan lurus, dan posisi jalan yang menurun cukup terjal. Aku dan adikku bersekolah di SD PPSP dengan nama lain SD Lab -atau sd 8 tahun, jenjang sd 5 tahun dan smp 3 tahun digabung menjadi satu-, sekolah percobaan dengan menggunakan sistem belajar khusus yang berbeda dengan sekolah pada umumnya. Sistem belajar yang digunakan adalah belajar mandiri dengan menggunakan bahan ajar modul. Guru hanyalah sebagai pengawas, pendamping dan tempat bertanya apabila ada yang tidak kami mengerti.

Foto2 disini kami ambil pada tahun 2005, pada waktu aku dan adikku mengunjungi kota Malang.
         

 

   
 

   
 

   
 

   
 

   
 

Lorong panjang di depan kelas2 di sekolah tempat aku menempuh jenjang sd-smp

About ami

kami ingin berbagi cerita kehidupan, gagasan dan peluang berkarya. terima kasih kepada yang telah bersedia meluangkan waktu untuk membuka halaman blog kami. salam Lihat semua pos milik ami

One response to “Rumah masa kecil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: