Hari-hari Yang Merana, Jeritan Sebuah Hati

 

 familykecil1.jpg

2 Minggu lebih waktu berlalu terasa begitu lama. Terpisah kota dari keluarga.., istriku Ami, dua anakku Aga dan Ega dan anjing kami Pablo.

Hari-hari yang biasanya kita lewati penuh dengan dinamika dan romantika kehidupan tak lagi aku nikmati. Tawa, jerit, senda gurau, tangis, keributan2 akibat pertengkaran kecil yang biasa diperdengarkan anak2 ditimpali oleh suara omelan ibunya atas kenakalan anak2 bagaikan alunan repertoir sebuah orkestrasi musik yang begitu aku rindukan.

Berbagai kesibukan yang aku lakukan selama kepergianku tak pernah bisa mengalihkan ingatanku atas istri dan anak2ku. Setiap gambar kebersamaan yang terekam, bermunculan tak ada hentinya mengiris rasa ngilu yang merebak di dada menahan kerinduan.
Di tengah kerinduanku yang tak tertahankan.., aku hanya bisa berdoa memohon pada Sang Khalik :

“Ya Allah.., selama kepergianku kutitipkan istri, anak dan anjingku kepadaMU ya Allah..  Lindungilah dan jagalah mereka agar mereka senantiasa dalam keadaan sehat, selamat dan penuh kebahagiaan tak kurang suatu apapun.. Amien Ya Rabbal alamien..”

Jakarta, 20 Maret 2008, 23.10


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: