fosil hilang

Koleksi Fosil Burung Purba Raib
Jumat, 18 Januari 2008 | 11:14 WIB

BANDUNG, JUMAT – Koleksi Museum Geologi Bandung berupa fosil burung purba, yang diperkirakan hidup pada 50 juta tahun lalu, raib dari tempatnya dan kini tak diketahui keberadaannya. Padahal, fosil tersebut hanya ada satu di dunia dan disimpan di Museum Geologi Bandung sejak tahun 1930-an.

Kabar tersebut dikatakan Kepala Museum Geologi Bandung periode tahun 1969 hingga 1989, Soewarno Darsoprajitno, Kamis (17/1) di Bandung. Menurut Soewarno, pada masa kepemimpinannya, fosil tersebut selalu dipajang di ruang pamer. Tetapi, pada saat usai renovasi sekitar tahun 2000, Soewarno pernah berkunjung ke museum dan menanyakan fosil burung purba itu. Namun, hingga sekarang, keberadaan fosil tersebut belum diketahui.

Soewarno mengira fosil tersebut tidak hilang, tetapi kurang diperhatikan. “Kemungkinan fosil burung purba itu ’tersesat’,” kata Soewarno. Yang dimaksud “tersesat” adalah tidak diketahui di mana penyimpanannya.

Sebagai orang yang mengetahui asal-usul fosil tersebut, Soewarno berharap keberadaan fosil itu bisa dijelaskan oleh Museum Geologi. Sebab, jika betul-betul hilang, kerugian akan menimpa kehidupan Ilmu Pengetahuan bidang Ilmu Hayat Purba karena ada satu rantai pengetahuan yang hilang.

“Jika betul-betul hilang, dana Rp 1 miliar pun tidak cukup untuk menemukan fosil yang sama di lapangan,” ujarnya.

Burung rawa

Fosil burung purba yang belum diketahui keberadaannya tersebut adalah burung Protoplotus beauforti LAMBRECHT, ditemukan di Sapan, Sawahlunto, Dataran Tinggi Padang, Sumatera Barat, tahun 1930-an, oleh Beauforti dan diteliti oleh Lambrecht.

Protoplotus beauforti LAMBRECHT adalah jenis burung rawa yang hidup 50 juta tahun lalu. Burung berukuran kecil seperti burung blekok di sawah-sawah itu, saat ditemukan, fosilnya menempel di batu lempung, terdiri dari kepala, kaki, cakar, dan tubuh yang berserakan. Karena hanya ada satu di dunia, banyak peneliti dunia yang datang untuk menelitinya, antara lain peneliti burung purba Patricia Victoria Rich dari New York, tahun 1970-an.

Terselip

Fahrul Azis, Ahli Peneliti Utama Museum Geologi Bandung, mengatakan belum dapat memastikan apakah fosil burung purba tersebut hilang atau hanya terselip di gudang. Yang jelas fosil tersebut belum ditemukan.

Kronologinya, tahun 2000 Museum Geologi direnovasi. Karena keterbatasann dana, sebagian koleksi museum dipindahkan ke berbagai tempat. Selain itu, antara 2000-2008, struktur organisasi museum terus berubah dan vertebrata sempat tidak masuk seksi Museum Geologi.

“Mungkin fosil tersebut hanya terselip. Tetapi kalau betul-betul hilang, mau bilang apa? Mungkin hanya bisa sedih, seperti saat kita kehilangan fosil manusia Peking pada Perang Dunia Kedua,” ujarnya. (KOMPAS)

About ami

kami ingin berbagi cerita kehidupan, gagasan dan peluang berkarya. terima kasih kepada yang telah bersedia meluangkan waktu untuk membuka halaman blog kami. salam Lihat semua pos milik ami

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: