Rumah idaman

Posted in kehidupan, keluarga, umum dengan kaitan (tags) , , on Oktober 15, 2009 by ami

15 Oktober 2009

11.02pm

Rumah adalah salah satu kebutuhan dasar manusia. Demikian juga dengan diriku dan keluargaku. Saat ini kami menempati sebuah rumah yang dibangun sekitar tahun 1936, kemudian mengalami sedikit renovasi pada bagian tampak depan dan belakang bangunan, sehingga wajah asli rumah jaman colonial beralih rupa menjadi rumah modern tahun 80an.

Dengan tanpa mengurangi rasa bersyukur bisa memiliki tempat berteduh yang nyaman dan strategis, aku sering kewalahan dengan masalah kebersihannya. Apabila sudah waktunya untuk bebersih, tanpa terasa seharian kegiatanku hanyalah bebersih saja.

Letak rumah ini yang berada di tengah kota, dekat dengan jalan utama menuju Bandara, dekat dengan stasiun kereta api dan juga hanya dengan berjalan beberepa menit sampailah di sebuah mall, lalu lintas yang padat, belum lagi rumah kami terletak di bawah jalur lalu lintas pesawat, tidak dapat dihindari adanya kehadiran debu yang tebal berwarna hitam dan lengket. Belum lagi kebisingan yang ditimbulkan oleh lalu lalangnya kendaraan, waaaaah …

Beberapa hari ini aku disibukkan dengan memikirkan desain rumah yang ingin kami bangun di sebidang tanah di daerah Dago atas. Di atas tanah keluarga tersebut, telah berdiri rumah Ibuku, yang pada waktu tahun 90an dibangun khusus hanya untuk dirinya, sehingga beliau membangun rumah berukuran mungil dengan komposisi ruang yang mencukupi kebutuhan hanya untuk seorang.

Rumah yang sedang aku rencanakan ini bakal dibangun di samping rumah beliau, dan dengan pengalamanku menghuni rumah ini, yang untuk ukuranku, wuaaah besar, kini diriku merencanakan rumah mungil pula, secukupnya bisa menampung kegiatan keseharian kami seefisien mungkin tanpa membangun ruang2 yang tidak terpakai.

Tanah yang terletak di daerah yang cukup tinggi dan cukup jauh dari keramaian kota, dengan halaman yang cukup luas, menjanjikan hawa yang lebih sejuk dan sehat.

Bisa bertempat tinggal di daerah yang seperti inilah, keinginanku dari dulu. Semoga secepatnya kami bisa membangun, dan menikmati kesejukan hawa pegungungan.

 

 

rumah mungil ibu terpisah oleh pohon besar dari tanah bakal rumah kami

rumah mungil ibu terpisah oleh pohon besar dari lokasi bakal rumah kami

 

lokasi bakal rumah kami

lokasi bakal rumah kami

 

kacamata lagi

Posted in keluarga on Oktober 8, 2009 by ami

aaeglassesknvs

8 Oktober 2009
6.02am
Begitulah keadaan sekarang ini, kami semua pengguna kacamata :D
Beberapa hari yang lalu kakak mengeluhkan bahwa penglihatannya sedikit buram dan ingin segera memeriksakannya. Suatu momen yang tepat untuk membujuk adik yang sudah lebih dari setahun lalu memperlihatkan gejala penglihatannya kurang baik. Tetapi adik merasa berkeberatan menggunakan kacamata karena tidak ingin terlihat seperti kutu buku, begitu katanya.
Ketika mendengar bahwa kakak juga harus memeriksakan matanya, adik dengan mantap menyetujui untuk juga diperiksa.

 Sekitar 2 hari yang lalu kami berempat menuju sebuah optik di IP dan oleh petugas anak2 di cek matanya. Begitulah, kakak membutuhkan kacamata minus sekaligus silindris.
Sedangkan adik, petugas menyarankan diperiksakan ke dokter mata agar lebih tepat karena adik masih terhitung anak2.

 Kemarin pagi kami ke Rumah Sakit Mata di Cicendo, kami menuju bagian paviliun dan mendaftar dengan biaya pendaftaran 80.000rp. Antriannya, wedewwww cukup panjang.
Setelah menunggu sekitar 1,5 jam, nama adik dipanggil dan kami menuju ruang pemeriksaan umum yang dilakukan oleh suster. Adik di cek dengan cara membaca huruf2 mulai dari yang berukuran besar hingga kecil.
Sesudah selesai dengan pemeriksaan itu kembali kami menunggu giliran untuk bertemu dokter. Sekitar setengah jam kami menunggu dan akhirnya giliran kami bertemu dengan dokter mata.
Seorang dokter mata yang masih muda, cantik dan ramah telah menanti kami. Segera adik diperiksa kembali dengan menggunakan senter -2 macam senter-, alat pemeriksa mata, dan diukur jarak pupilnya. Kemudian dokter tersebut mengatakan, bahwa mata adik dalam kondisi yang bagus, jernih tidak berkatarak, tidak juling dan hanya membutuhkan kacamata. Minus 2 seperempat !!

 Jadilah kini kami sekeluarga menggunakan kacamata, tapi tetap rekor ketebalannya dipegang oleh ayah. Berapakah ?? Kita tunggu ya komen beliau :D :D :D

bersaudara

Posted in kehidupan, keluarga dengan kaitan (tags) , on Oktober 6, 2009 by ami

pvjsept09
6 Oktober 2009
7.00pm

Ketika bertemu saudara sepupu sesama perempuan berjumlah hampir 10 orang pada saat SMA, terbayang kan apa yang menjadi bahan pembicaraan. Iya jelassss cowok, penyanyi cowok macho, cowok terkeren di sekolah, saudara cowok yang menjadi idola, segala macam serba serbi cowok.

Kini, sesudah saudara2 sepupu ini berumur kepala 4, ketika berkumpul yang dibicarakan, ya jelasss tingkah polah anak2, tingkah laku suami, perlakuan orang tua terhadap kami, belum lagi meributkan masalah diri sendiri, mulai dari bentuk badan yang berubah hingga penuaan kulit. :D

Begitulah yang terjadi pada saat aku bertemu dengan saudara sepupu yang bertandang ke Bandung dari Jakarta, untuk makan siang, ngobrol kesana kemari, sambil sesekali menertawakan diri sendiri dengan perubahan2 yang terjadi. Dan pada sore harinya mereka kembali ke Jakarta.

Kami saling mengenal semenjak baru bisa berjalan meskipun kami tinggal berjauhan kota. Karena kami sering saling berkunjung atau bertemu pada saat berkumpul di rumah Eyang. Kami cukup mengenal watak dan kebiasaan masing2.

Perjalanan nasib yang berbeda membuat kami bisa saling melengkapi cerita dengan berbagi pengalaman selama menjalani kehidupan yang sudah lebih dari 40 tahun.

Bersyukurlah diriku, selama hidupku belum pernah sekalipun terjadi pertengkaran diantara saudara sepupu, sehingga pertemuan2 yang terjadi selalu berisi dengan gelak tawa dan candaan.

Foto di atas adalah hasil jepretan pada saat makan siang yang hanya dihadiri oleh 4 sepupuan.

Hehehe tidak ada kemiripan yaaaa, beragam bentuk badan dan wajah …

maafkan

Posted in kehidupan, keluarga dengan kaitan (tags) , , on Oktober 5, 2009 by ami

5 Oktober 2009
12.34pm

ajeng mb3

Sesudah disibukkan dengan kegiatan rutin yang akan membosankan bila aku ceritakan di sini, kini rasanya sudah saatnya aku mencoba mengembalikan keinginan untuk mengisi kembali halaman diblogku ini. Sekaligus mengembalikan kebiasaanku berjalan kian kemari mengunjungi sahabat2ku.

Sehari sesudah terjadinya gempa Sumatera *menundukkan kepala mengucapkan doa untuk saudara2 kami di wilayah yang terkena musibah gempa bumi, semoga selalu dikuatkan dan segera dapat menjalani kehidupan yang normal seperti sediakala. Amin*
kami mengalami juga kejadian yang tidak menyenangkan. Outlet kami dibongkar oleh oknum tidak bertanggungjawab, dengan mengambil seluruh peralatan yang tersedia di dalam outlet tersebut. Yang tersisa hanyalah gerobak dan batu besar yang diperkirakan untuk merusak gembok.

Hingga hari ini outlet belum kami buka karena masih menunggu kiriman perlengkapan peralatan yang hilang tersebut. Semoga kejadian yang menimpa kami ini mengingatkan kami untuk mawas diri bercermin atas segala tindakan dan perilaku yang selama ini sudah kami lakukan, sekaligus menguatkan kami untuk selalu semangat menjalani jalan hidup yang sudah digariskan dan di waktu selanjutnya usaha kami semakin berhasil dan berkembang. Amin

Cerita yang menggembirakan adalah kedatangan sahabat2 sesama peselancar dunia maya :) :) :) , beberapa hari sesudah Hari Lebaran. Cerita lengkapnya ada di sini dan situ.
Terima kasih atas kedatangannya, terima kasih atas keikhlasannya menerima suguhan dan tempat bermalam yang semampu kami dapat kami sediakan.

Dan kepada seluruh sahabatku mohon terimalah ucapanku yang amat sangat terlambat, tetapi untuk saling memaafkan aku yakini tidak ada waktu yang tidak tepat maupun terlambat

MOHON MAAF atas SEGALA KATA DAN KALIMAT YANG SUDAH TENTU TIDAK ADA NIATAN DI DALAM HATI INI DENGAN SENGAJA MENYAKITI SAHABAT2KU SEMUANYA.
SEMOGA SEGALA KATA DAN KALIMAT YANG SUDAH TERTULISKAN SELAMA INI DAPAT SELALU MENJADI PENGIKAT SILATURAHMI DIANTARA KITA SEMUA