lawan !! ketidakadilan
Sebegitu tanpa hati nuranikah dengan alasan hukum harus lebih dikedepankan, sehingga seseorang yang begitu arogan, tanpa perasaan, menyebalkan dengan penuh percaya diri berani tampil di media elektronik dan membantah apa yang jelas terdengar dari pembicaraannya sendiri, bisa melenggang dengan status hanya sebagai saksi.
Itulah contoh dari sosok seorang pengusaha yang dengan yakin uang dapat membeli segalanya, termasuk keadilan apalagi nafsu keserakahannya. Sebegitu percaya bahwa uang akan dengan mudah membuat aparat bertekuk lutut manggut2 memenuhi keinginannya menyelamatkan diri dari konsekuensi merugikan negara dan masyarakat.
Yang lebih meyedihkan, aparat dengan kekuasaan sebesar itu ternyata memang betul bertekuk lutut terhadap imbalan uang dengan mengorbankan harga diri dirinya, negara dan juga bangsanya !
Semoga masih ada aparat yang memiliki intuisi dan berani mengedepankan intuisinya itu dalam menangani dan menelusuri kasus ini.
LAWAN !! KETIDAKADILAN

November 5, 2009 pada 12:20 pm
anu…saia punya perban yang berlumur merah darah, kira-kira ikut yang mana ya?
***
duh kang, itu yang dihindari, bedarah-darah
November 5, 2009 pada 1:32 pm
hampir aja kaget kok mirip simbol AIDS hehehe
ayo kita lawan mbakyu
***
iya mbak, menyedihkan sekali
November 5, 2009 pada 3:13 pm
Mari kita dukung KPK
***
kita dukung yang tidak mendapatkan keadilan ya
November 5, 2009 pada 8:39 pm
siapa tuh? hajarrrrr!!!
***
ituuuu si anu
November 5, 2009 pada 8:41 pm
arep melu2 pasang pita kok sabane ning kebon sawah tegalan… sing arep nyawang sopo???
***
podhooo, makane dipasang ning blog wae kang
November 5, 2009 pada 11:54 pm
yang biasa suka ndak adil itu biasanya yang suka gunting pita, ya
***
temenan, cucok iku
November 6, 2009 pada 7:07 am
yos dukung cuuy….
mari kita dukung si cicak
***
he eh kita dukung yang tidak menerima keadilan ya
November 6, 2009 pada 4:39 pm
kasus ini bikin keseeel
***
mandiin pet aja yuuuk
November 7, 2009 pada 8:05 pm
kasus yang sangat berbelit-belit dan membingungkan
***
sengaja dibuat berbelit supaya bingung
November 8, 2009 pada 2:02 pm
setelah sekian lama praktek2 seperti itu dilakukan dalam proses pemerintahan dan kenegaraan.., akhirnya terbongkar juga…
tak ada yang abadi kecuali ketidakabadian itu sendiri…
***
he eh
November 8, 2009 pada 2:03 pm
meminjam istilahnya kang Endar…
ini bukan lagi opera sabun…, tapi opera hand body…
licin bangeeeeeeetttt….
***
waduh kalo opera scrub cream gimana jadinya yaaa
November 8, 2009 pada 6:49 pm
malam ini datang lagi untuk laporan hehe
***
waa kalo mo lapor mestinya di pos polisi
November 9, 2009 pada 9:06 am
Kirain tentang aids, maap
***
terima kasih sudah berkunjung
November 9, 2009 pada 7:55 pm
Kasus ini kayak liat reality show..
eh font artikelnya kok hurufnya bisa gitu, gimana ya caranya?
***
hehehe kan memang reality. font, aku menulisnya di word 2007 dengan font pilihanku kemudian langsung dipost
November 9, 2009 pada 10:30 pm
Tegakkan KEADILAN di BUMI kita Tercinta !!…
***
setujuuuh
November 11, 2009 pada 5:28 pm
lapor sekali lagi om kasusnya semakin ruwet saja nich
***
memang begitu maksudnya, makin ruwet makin menjual kan
November 13, 2009 pada 4:48 pm
hemm kapan updatenya ya mas???(the big question tag)
November 15, 2009 pada 3:30 pm
update-update….
*hihihihihi..*
***
hehehe iyo iyo
November 16, 2009 pada 2:03 pm
akhirnya.. semakin jelas seperti apa wajah-wajah dibalik uniform itu….
Hahahaha pembohong semua….!!
Walo ada yang bersih… mohon maaf jika karena mereka yang bobrok mentalnya.. kalian kena getahnya…
***
aku ndak pembohong loooo
November 16, 2009 pada 2:05 pm
Hloh komengku koq gak methungul ?? (doh)
dimoderasi yo mbak?…. yo wes manut…
November 16, 2009 pada 2:07 pm
Halah ternyata bar di rifres methungul… hahahaha sorri mbakyu…
***
pembohong ki mesti, kepingin komene methungul ping 3 wae katik alesan rifres
November 18, 2009 pada 11:18 am
eh kayak simbol anti AIDS yah…
yup mari lawan ketidakadilan..
fastreading mode : on
*kabuuuur*
***
eeeh ngaburrr
November 21, 2009 pada 6:55 am
memang…sedih ya kita….
di jaman apa apa MAHAL…kok ada yang Murah…yaitu HARGA DIRI…
ya Allah….tolonglah bangsaku…
***
amin. betul sekali bunda