29 mei 2009
7.31pm
Dunia yang jauh dari diriku tapi tidak bisa dipungkiri bahwa dunia itu ada.
Dunia yang katanya adalah dunia hitam, dunia yang katanya seumur dengan peradaban manusia, dunia yang katanya kotor dan bejat tetapi dunia yang pada kenyataannya adalah dunia yang tetap digemari.
Dunia yang didominasi kaum perempuan, dunia yang menjadi tujuan laki2 tak bermoral, dunia yang terjangkiti penyakit tetapi dunia ini tidak juga bisa dihilangkan.
Jangan salahkan desakan ekonomi, jangan salahkan akibat dari sakit hati, jangan salahkan perempuan adalah penggoda, karena tanpa permintaan maka tidak ada persediaan.
Cara termudah untuk menutup dunia hitam ini adalah bergantung dari hasrat laki2 yang terkendali.
Apakah karena katanya, ‘semakin haram semakin nikmat’ inilah yang menjadikan pengendalian hasrat laki2 tidak difatwakan … -atau sudahkah ??-















Mei 30th, 2009 at 12:30 am
seperti layaknya kehidupan ini yang selalu terdiri dari dua…, terang-gelap.., baik-buruk.., siang-malam.., panas-dingin.., laki-perempuan…
seperti sekeping mata uang dengan dua sisi yang berbeda namun saling melengkapi…
yang baik tak akan pernah terlihat baik jika tak ada yang buruk… sebaliknya.., yang buruk tak akan pernah ada jika tak ada yang baik…
itulah pendulum kehidupan yang bergerak seperti bandul jam, bergoyang dari satu titik ekstrim ke titik ekstrim yang lain sampai akhirnya terhenti diam tak bergerak di titik gravitasi.., kematian…
***
jadi ada dunia hitam dan dunia putih yang tidak bisa tidak pasti ada gitu ya
Mei 30th, 2009 at 3:18 am
perempuan dan anak perempuan, selalu menjadi korban dan bualan laki-laki, namun salut dengan gerakan kaum perempuan yang sedang bersemangat memperbaiki perilaku masyarakat dengan toolsnya, memang dibutuhkan para ahli social engineering yang sabar dan solid untuk mengubahnya…
***
iya itu kang, kesadaran kedua jenis ini untuk saling menghormatilah, sesama makhluk Tuhan
Mei 30th, 2009 at 9:31 pm
Ya itu Ami, kenapa dunia itu semakin lama kayaknya malah dilegalisasi. Bahkan sebutannya adalah PEKERJA.. apakah mereka bekerja? Apakah sama dengan petani, petambak, pemulung?
***
itulah na, ngenessss rasanya
Mei 30th, 2009 at 10:07 pm
dunia itu berputar
yang baik belum selamanya baik
yang buruk tidak selamanya buruk
akan tetapi yang haram akan seterusnya haram dan tidak ada pengecualian
***
gitu ya kang
Mei 31st, 2009 at 6:20 am
Itulah yang terjadi….
Semua aspek yg terlibat dalam ‘dunia hitam’ tak mau
disalahkan…wong semuanya menikmati koq!
Klo sekedar fatwa…Haram…haram…haram….
akh facebook juga kena getahnya dah…untuk apa coba…? Kembalikan saja ke personality-nya…sudah sehancur apakah? Sudah separah apakah…?
Syukur-syukur mo sadar…klo mau…hancurkan saja diri
kalian sendiri tanpa pedulu dgn fatwa ini itu…
Mudahan saja pelaku ‘dunia hitam’ bisa membuat dunia
mereka lebih bercahaya nantinya…..
***
iya itu fesbuk kok diurusin. banyak yg lebih penting tapi ngg terurus
Mei 31st, 2009 at 12:34 pm
bagaimana dg sebuah ungkapan yg pernah kita dengar :
bahwa “hancurnya suatu bangsa karena wanita” – salam sakainget
***
wanita jangan dijadikan alat untuk menghacurkan bangsa, jangan dijadikan sekedar objek kang. saling menghargai antar gender kan bagus. salam kembali
Mei 31st, 2009 at 6:57 pm
prihatin ya bu….:(
btw, it’s a very nice writing
***
prihatin banget nget jeng
Mei 31st, 2009 at 8:27 pm
ada apa dengan laki2..iya sih semakin mudah orang berbuat jahat hohoh
***
yang ada apa itu dengan hasratnya kang
Juni 1st, 2009 at 12:11 pm
dunia hitam berarti lampunya lagi padam ya om
***
he eh padam gulita
Juni 1st, 2009 at 12:54 pm
dunia itu memang digandrungi
bahkan di kota saya adalah yang terbesar di kawasan asia tenggara
namun sulit untuk menutupnya,karena katanya itu merupakan aset bagi kota itu sendiri serta disana banyak perut yang menggantungkan nasibnya
dari tukang semir sepatu,penjual rokok sampek para makelar wanita penjaja
***
kaan, makin ngenes kang
Juni 1st, 2009 at 10:02 pm
dari “itempoeti” nembus ke “mewarna”
maka biarkan dunia hitam dan dunia putih itu milik itempoeti
maka jadikanlah disini dunia mewarna ..
dunia penuh warna merona
dunia harapan dan impian
dunia berbuat dan berkarya
dunianya masa depan
Salam Rindu
Salam Sayang
Salam Dunia Mewarna
(ngikut KangBoed
)
.
***
wah saya mesti belajar dulu dari KangBoed
hatur nuhun telah menggabungkan hitam dan putih dan warna menjadi dunia mewarna
Juni 2nd, 2009 at 2:06 pm
Apeechless mbak.. bingung mo komen apa
begitu memang adanya
mau nyalahin siapa juga sulit…
ada permintaan maka ada penawaran…
***
iya ka, barusan baca cerita mengenai mereka, ngenesss
Juni 2nd, 2009 at 5:53 pm
aku kok mesti telat yo komeng neng kene.. terus piye iki enake!! cobo nek haram dan halal iku berbentuk Pin WAKAKKAKAKKAKK!!
***
terus pin dipasang nang awak bagean endi yo
Juni 2nd, 2009 at 6:44 pm
ada yg salah dengan negara ini dalam penanganan dunia hitam. Negara terlalu berpikir instant dan pragmatis yaitu dengan cara berusaha menghentikan secara cepat dan instant, padahal untuk kasus2 seperti ini tidak bisa dilakukan dengan cara yg instant harus dengan cara “mengendalikan penurunan” sampai nanti pada titik tertentu akan pelan2 terkurangi. Sistem kontrol, hukum dan lembaga hukum yg tidak konsisten juga menjadi biang permsalahannya. Hidup Indonesia!!!!
***
hidup hitam!! eeh putih!!! Indonesia !!
Juni 2nd, 2009 at 7:30 pm
jadi ingat lagunya bang rhoma irama:
“kenapa yang enak-enak, itu diharamkan… kenapa yang asyik-asyik, itu yang dilarang… ah.ah.ah.ah.ah.ah.ah.aaaaaaa…. itulah perangkap setan”… lho, aku kok malah nyanyi to?
***
ra popo sing penting hepi
Juni 13th, 2009 at 1:42 pm
Dunia hanya tempat mampir saja, kehidupan yang kekel adalah di akherat. So, jangan smp kita teripu oleh kenikmatan duniaaaaaaaaa yg fana ini…
***
betuuuuul