pasar malam
tong setan
kerajaan siluman
20 mei 2009
12.45pm
‘Mbak mbak, pesen kebabnya ya’
‘Berapa biji ya Ibu?’
‘Untuk semua Ibu2 ini’.
Halaaah gimana yaaaaa caranya saya tahu mana yang Ibu2 Persit dan mana yang mbak2 sedang tengak tengok dan mana yang tante2 sekedar lewat??
Ibu Komandan dari Arhanud menyampaikan pesanannya padaku di Bazaar yang merupakan rangkaian kegiatan Arhanud Fair 2009, di Lapangan Pussenarianud Jln. Sriwijaya Kota Cimahi
Hari sabtu yang lalu aku dihubungi oleh seorang Ibu dari Persit yang menyampaikan keinginannya mengundang outletku untuk menyemarakkan bazaar yang sedang diselenggarakan di sebuah lapangan di dalam kompleks Arhanud. Event yang dikomandoi oleh sebuah EO ini diadakan oleh Arhanud dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahunnya pada bulan Mei ini dan sekaligus ingin memperkenalkan diri kepada masyarakat sekitarnya.
Pada hari itu juga beliaunya ingin bertemu untuk membicarakan hal ini karena pada sore harinya aku sudah harus bisa memastikan keikutsertaanku. Sesudah pada sore harinya kami meninjau lapangan, akhirnya kami menyetujui untuk membuka stand, tetapi aku tidak mengikuti sarannya untuk memindahkan outletku ke arena bazaar. Aku lebih memilih outlet tetap buka seperti biasanya dan mencari seorang operator untuk melayani pembelian di bazaar.
Pada hari seninnya, siang hari kami menuju ke bazaar untuk mempersiapkan stand, memasang taplak meja berwarna kuning dan merah –sesuai dengan warna brand- kemudian memasang banner, menata flyer, mempersiapkan pin -akang dan teteh ini yang membuatkan, nuhun- yang akan dibagikan ke pembeli dan juga persiapan lainnya.
Pihak panitia tidak memberitahukan bahwa Ibu Komandan akan berkunjung, jadi aku hanya menyiapkan beberapa gulung kebab –siap goreng-. Sejak sore hari beberapa Ibu Persit berkumpul dan berbincang di depan standku, ternyata para Ibu ini sedang menunggu kedatangan Ibu Komandan. Pada sekitar jam 5.30, meluncurlah mobil dinas ketentaraan dan berhenti persis di depan standku, dibarengi dengan berdirinya Ibu2 Persit yang sedang berbincang di standku.
Oooh Ibu Komandan sudah hadir. Beliau langsung menuju stand disampingku yang menjual asesoris perempuan, dan di sela2 beliau melihat2 asesoris itu tiba2 beliau memanggilku dan …. –dah baca kan dialognya seperti yang aku tulis diatas-.
Hitung2 gulungan kebab, duuuh persediaan ngga cukup! Segera suamiku meluncur menuju ke outlet untuk mengambil beberapa gulung kebab lagi.
Tiba2 bresssssss hujan deras mengguyur kota Cimahi. Rombongan Ibu2 segera merapat ke dalam stand untuk menghindari hujan dengan beberapa Ibu sudah bisa menikmati kebab yang sudah tergoreng, tetapi beberapa Ibu terpaksa menanti beberapa saat kedatangan suamiku mengambil gulungan kebab yang kemudian segera kami goreng.
Wiyuuh, pengalaman yang sederhana –untuk mereka yang dah terbiasa bakulan hehehe- tetapi untuk diriku, wuaaah panik juga pada saat menanti suami mengambil gulungan kebab di outlet dimana persediaan yang ada sudah tergoreng semuanya. Beruntunglah dengan penuh kesabaran Ibu Komandan mau menunggu hingga semua Ibu menerima bagiannya.
Bazaar akan diadakan hingga hari sabtu yang kemungkinan akan diperpanjang selama seminggu, dan pihak panitia sudah menyampaikan bahwa pada hari sabtu mereka mengharapkan standku buka untuk melayani peserta gerak jalan yang akan finish dengan memasuki lapangan arena bazaar pada sekitar jam 8 pagi. Bisa terbayangkah bakalan seperti apa??
Kalau memang sudah rejekinya, nggak akan lari kemana. Allah SWT Maha bijaksana dan adil kan ….
Mei 21, 2009 pada 10:26 pm
Hugs and kisses… XOX.
***
hugs and kisses too
Mei 21, 2009 pada 10:39 pm
Kehebatan Siluman, buka franchise di mana-mana..
Hahaha..apik kui gambare
***
temenan, siluman tekan cimahi
Mei 21, 2009 pada 11:36 pm
sukses, brarti outletnya mending dibawa, sekalian ala carte…
***
kasihan pelanggan yang njujug outlet kang, buka di 2 tempat begitu bisa nambah omset
Mei 22, 2009 pada 12:07 am
kerajaan siluman sudah buka cabang…
***
he eh cabang pasar malem
Mei 22, 2009 pada 12:15 am
Lareess manees….
Besok aku pesen sak kontainer wakakakaka…..
Sukses yu bakulane..pandongaku soko adoh…
, matur nuwun pandongane sing soko adoh yo kang
***
halaaah larang transporte tinimbang barange
Mei 23, 2009 pada 12:46 pm
bener sekali mbak ami,rejeki memang berada ditangan-NYA
wah saya jadi ikut senang melihat cerita diatas,semoga
kedepannya usaha yang mbak ami rintis ini bisa semakin laris dan maju
tetap semangat mbak
***
matur nuwun supportnya ya kang
Mei 25, 2009 pada 8:51 am
rejeki emang ga kemana…jualan ditempat yang pas, semoga laris……salam
***
amin, tenkyiu, salam kembali
Mei 25, 2009 pada 11:47 am
Selamat ya, mbak.. Ketabahanmu membawa hasil yang berlipat ganda.
Sukses terus yaa.. *hug – ikut2an itempoeti*
***
tenkyiu puak, hug too hihihi
Mei 25, 2009 pada 11:19 pm
Mbak-mbak saya juga pesen kebabnya ya? nggak pedes..
Duh Amy.. malam-malam bikin mbak Na yang kebetulan lagi laper jadi ngiler.. Pengen kebab..!
tentang kalimat terakhir.. Hebatnya kerja Allah itu, kita kadang nggak ngerti caraNya.. diatas kertas minus tapi akhir bulan masih ada sisa uang di dompet..
***
he eh na, memang hebat Dia itu
Mei 29, 2009 pada 5:20 pm
Aiiih senangnya !

lariis maiis ya mbak
rejeki itu memang sudah ada yg ngatur
***
he eh rejeki dah ada porsinya masing2
Mei 31, 2009 pada 7:01 pm
aduh, iktan seneng deh baca ceritanya…
semoga usahanya tambah sukses yaaa… amin.
btw, jadi kangen sama cimahi
***
eeeh kabar2i ya kalau ke cimahi
September 29, 2009 pada 10:56 am
sukses ya kebabnyaaa…
hehe…
***
hehehe terima kasihhhh