sop

11 april 2009
17.19pm
Edisi ke ….
Lanjutan ceritaku mengenai bisnis franchise yang baru akan –akaaaaan- aku mulai. Buku SOP setebal hampir 200 halaman sudah aku baca dengan teliti karena selain buku itu, dilampirkan juga questioner berisi pertanyaan2 seputar SOP. Sudah pasti lampiran questioner merupakan cara yang digunakan untuk mengetahui apakah franchisee betul2 membaca buku SOP yang cukup tebal itu.

Di dalam buku itu dijelaskan bahwa buku SOP tidak boleh diperbanyak maupun disebarkan dalam bentuk apapun. Buku SOP berisi mengenai petunjuk, aturan main dan laporan pembukuan yang harus dipatuhi oleh pihak franchisee. Segala hal yang tertulis memang terlihat dirancang khusus sesuai dengan konsep dari franchisor, dan memang penjelasan yang tertulis di dalam buku tersebut belum pernah kutemui pada artikel2 yang aku baca di internet maupun buku2 mengenai bisnis franchise.

Sesudah membaca buku SOP tersebut yang dapat kusimpulkan adalah pentingnya peran operator dalam kelancaran operasional sehari-hari dan mempertahankan brand image franchisor. Operator tidak hanya sekedar membuat menu sesuai pesanan, tapi dia juga harus bisa menghadapi pembeli, mengoperasikan peralatan peracik menu, menjadi kasir juga, menyiapkan dan memberesi outlet, belum lagi dia juga harus teliti mengenai stok bahan baku, uang yang diterima dari pembeli dan menyerahkan hasil penjualan hari itu pada pihak franchisee.

Nah kan, perannya multi, cleaning, marketing, serving, casheer plus material stocking. Wieeew … oya satu lagi driving. Ini semua dilakukan oleh 1 (satu) orang saja. Sudah pasti penentuan satu operator dianggap cukup dan bisa untuk menangani satu outlet paket terkecil yaitu berbentuk gerobak –kerennya street outlet- didasarkan pengalaman dan study dari pihak franchisor.

Terussss tugas franchisee apa?? Terima duit dan tidur?? Enak beneeer. Tidak begitu lah. Seorang franchisee mempunyai tugas untuk memantau kerja dari operatornya, mengadakan promosi dan menentukan paket bonus, minimal seminggu dua kali mendatangi outlet, memastikan bahan baku di gudang selalu tersedia serta membelinya apabila dirasa perlu, membuat pembukuan untuk laporan tertulis, dan selalu meng update berita2 terbaru dari pihak franchisor. Satu lagi, mentransfer royalty fee setiap awal bulan. Belum lagi menjamin adanya tempat tinggal, kendaraan operasional dan sudah pasti menyediakan uang makan –besarnya ditentukan oleh pihak franchisor- setiap hari bagi operatornya tanpa dipengaruhi omset yang didapat.

Yang paling membuatku pusing adalah ketika membuka software pembukuan, hwarakadah ini dia, aku harus mempelajarinya. Aku mendapatkan pelajaran pembukuan hingga di kelas 1 SMA saja dan lanjut hingga sekarang ini tidak pernah lagi! Hya iyaa, tukang gambar bangunan gak diajarin pembukuan euy.

Ada pertanyaan, sop itu apa, semacam makanan berkuah?? Nooo, SOP is Standard Operating Procedure.

Inilah hidup ….. pada akhirnya harus berani dan mau untuk berjalan dengan kekuatan dan keberanian yang dimiliki oleh diri sendiri sembari menyebutkan kalimat Basmalah.

Wish me luck, thanks !!

6 Tanggapan ke “sop”

  1. Insya Allah… Amien…
    ***
    amiiiin. semoga

  2. semoga lancar dan sukses, pantang menyerah, pasti berhasil dan berbuah…
    ***
    matur nuwun turut mendoakan

  3. satu kata : [Lanjutkan !]
    ***
    siyaaaap

  4. jadi juga nih, Mbak Ami?
    Sukses yaa.. jangan lupa pas opening ngundang daku *halah!* :mrgreen:
    ***
    hehehe iya niy dah tanggung sekalian aja dilanjut. beress :)

  5. untuk sampe ke titip 2meter ke depan gak hanya bisa dilihat saja, mulai dari jempol kaki yang nggremetpun asal niat pingin maju pasti nyampe!

    Merdeka mbak! (iki waton tenan!) Semangat!!! (iki sing tak maksud)
    ***
    jejak mungil semungil semut tetap akan bisa maju meskipun dengan jangkah sekecil kaki semut. he eh semangat!!

  6. paling males baca buku SOP padahal penting… gimana mbak kebabnya :)
    ***
    kebab aman lancar alhamdulillah :)

Tinggalkan Balasan